Tarif pajak bumi dan bangunan terbaru – Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) merupakan salah satu bentuk kewajiban warga negara untuk ikut membangun negeri. PBB dikenakan atas kepemilikan tanah dan bangunan, dan besarannya ditentukan oleh berbagai faktor, seperti lokasi, luas tanah, jenis bangunan, dan nilai jual objek pajak.
Nah, untuk kamu yang ingin mengetahui lebih dalam tentang tarif PBB terbaru, mari kita bahas bersama!
Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang PBB, mulai dari pengertian, dasar hukum, objek, subjek, dan dasar pengenaan. Selain itu, kamu juga akan menemukan informasi tentang faktor-faktor yang mempengaruhi tarif PBB, cara menghitungnya, proses pembayaran, dan manfaatnya bagi masyarakat.
Simak selengkapnya!
Pajak Bumi dan Bangunan (PBB): Tarif Pajak Bumi Dan Bangunan Terbaru

Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) merupakan salah satu jenis pajak daerah yang dipungut atas kepemilikan tanah dan/atau bangunan. Pajak ini menjadi sumber pendapatan penting bagi pemerintah daerah untuk membiayai pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Pengertian Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)
Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) adalah pajak yang dikenakan atas kepemilikan tanah dan/atau bangunan yang terletak di wilayah tertentu. Pajak ini merupakan kewajiban bagi setiap pemilik tanah dan/atau bangunan yang terdaftar dalam sistem administrasi perpajakan daerah.
Dasar Hukum Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Tarif pajak bumi dan bangunan terbaru
Dasar hukum pengenaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) diatur dalam beberapa peraturan perundang-undangan, yaitu:
- Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah
- Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2011 tentang Tata Cara Penetapan dan Pengenaan Pajak Bumi dan Bangunan
- Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 10 Tahun 2014 tentang Pedoman Teknis Pengenaan Pajak Bumi dan Bangunan
Objek Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)
Objek Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) adalah tanah dan/atau bangunan yang terletak di wilayah tertentu. Berikut adalah beberapa jenis objek PBB:
- Tanah kosong
- Bangunan rumah tinggal
- Bangunan komersial
- Bangunan industri
- Bangunan perkantoran
- Bangunan tempat ibadah
- Bangunan pendidikan
- Bangunan kesehatan
Subjek Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)
Subjek Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) adalah orang pribadi atau badan hukum yang memiliki tanah dan/atau bangunan yang menjadi objek pajak. Berikut adalah beberapa contoh subjek PBB:
- Perorangan
- Perusahaan
- Lembaga
- Organisasi
Dasar Pengenaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)
Dasar pengenaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) adalah nilai jual objek pajak (NJOP) yang ditetapkan oleh pemerintah daerah. NJOP merupakan nilai estimasi dari harga jual objek pajak di pasaran. Berikut adalah beberapa faktor yang mempengaruhi NJOP:
- Lokasi objek pajak
- Luas objek pajak
- Jenis dan kondisi objek pajak
- Keadaan pasar properti di wilayah tersebut
Faktor yang Mempengaruhi Tarif PBB

Tarif Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) merupakan salah satu bentuk pajak daerah yang dikenakan atas kepemilikan tanah dan bangunan. Tarif PBB tidak selalu sama untuk setiap pemilik tanah dan bangunan, tetapi dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor ini menentukan besarnya beban pajak yang harus ditanggung oleh wajib pajak.
Berikut adalah beberapa faktor utama yang memengaruhi tarif PBB.
Tarif pajak bumi dan bangunan terbaru memang perlu diperhatikan, terutama bagi pemilik rumah yang sedang merenovasi. Jika Anda ingin membuat partisi ruangan, mungkin impraboard di toko bangunan bisa menjadi pilihan yang tepat. Material ini mudah dipasang dan relatif terjangkau.
Nah, dengan renovasi yang hemat, Anda bisa lebih fokus untuk mengatur strategi pembayaran pajak bumi dan bangunan agar tetap terpenuhi.
Lokasi
Lokasi tanah dan bangunan sangat berpengaruh terhadap tarif PBB. Semakin strategis lokasi tanah dan bangunan, semakin tinggi tarif PBB yang dikenakan.
- Misalnya, tanah dan bangunan di pusat kota dengan akses mudah ke fasilitas umum seperti transportasi, pendidikan, dan kesehatan, akan memiliki tarif PBB yang lebih tinggi dibandingkan dengan tanah dan bangunan di daerah pinggiran.
Luas Tanah
Luas tanah juga merupakan faktor penting yang menentukan tarif PBB. Semakin luas tanah yang dimiliki, semakin tinggi tarif PBB yang dikenakan.
- Misalnya, pemilik tanah seluas 1.000 meter persegi akan dikenakan tarif PBB yang lebih tinggi dibandingkan dengan pemilik tanah seluas 500 meter persegi, meskipun lokasinya sama.
Jenis Bangunan
Jenis bangunan juga memengaruhi tarif PBB. Bangunan yang memiliki nilai ekonomis tinggi, seperti bangunan komersial atau industri, akan dikenakan tarif PBB yang lebih tinggi dibandingkan dengan bangunan residensial.
- Misalnya, sebuah gedung perkantoran bertingkat akan dikenakan tarif PBB yang lebih tinggi dibandingkan dengan rumah tinggal sederhana.
Nilai Jual Objek Pajak
Nilai jual objek pajak (NJOP) merupakan nilai yang digunakan untuk menghitung tarif PBB. NJOP merupakan nilai yang mencerminkan harga pasar objek pajak pada saat penilaian. Semakin tinggi NJOP, semakin tinggi pula tarif PBB yang dikenakan.
- Misalnya, sebuah rumah dengan NJOP Rp1 miliar akan dikenakan tarif PBB yang lebih tinggi dibandingkan dengan rumah dengan NJOP Rp500 juta.
Cara Menghitung Tarif PBB

Tarif Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dihitung berdasarkan nilai jual objek pajak (NJOP) dan faktor-faktor lainnya. Berikut ini adalah langkah-langkah dalam menghitung tarif PBB.
Nilai Jual Objek Pajak (NJOP)
NJOP adalah nilai jual suatu objek pajak yang ditetapkan oleh pemerintah daerah. NJOP ini merupakan dasar perhitungan PBB. NJOP dapat berbeda-beda antar wilayah dan jenis objek pajak.
Tarif pajak bumi dan bangunan terbaru memang bisa berubah setiap tahunnya. Untuk memastikan kamu membayar pajak dengan benar, kamu bisa mengeceknya secara online melalui website resmi pemerintah daerah. Cara cek pajak bumi dan bangunan online ini mudah dan cepat, sehingga kamu bisa langsung mengetahui berapa besaran pajak yang harus dibayarkan.
Informasi ini penting agar kamu bisa mengantisipasi dan mengatur keuangan dengan lebih baik terkait kewajiban pajak bumi dan bangunanmu.
Faktor-Faktor Penghitung Tarif PBB
- NJOP
- Luas tanah dan bangunan
- Lokasi objek pajak
- Jenis bangunan
- Status kepemilikan
Rumus Perhitungan Tarif PBB
Tarif PBB dihitung berdasarkan rumus berikut:
PBB = NJOP x Faktor Pengali x Tarif PBB
Faktor Pengali adalah angka yang ditetapkan oleh pemerintah daerah, biasanya berkisar antara 0,005 hingga 0,015. Tarif PBB adalah persentase yang ditetapkan oleh pemerintah daerah, biasanya berkisar antara 0,5% hingga 1%.
Contoh Perhitungan Tarif PBB
Misalnya, Anda memiliki tanah dengan NJOP Rp 100.000.000, Faktor Pengali 0,01, dan Tarif PBB 0,7%. Maka, PBB yang harus Anda bayar adalah:
PBB = Rp 100.000.000 x 0,01 x 0,7% = Rp 700.000
Tarif pajak bumi dan bangunan (PBB) terbaru memang penting untuk diketahui, terutama bagi pemilik properti. Soalnya, PBB ini bisa dibilang sebagai bentuk kontribusi kita untuk pembangunan daerah. Nah, kalau kamu lagi mau renovasi rumah, mungkin kamu butuh bahan bangunan.
Kamu bisa cek banner toko bangunan untuk cari inspirasi dan referensi. Nggak hanya desain banner, kamu juga bisa menemukan informasi mengenai toko bangunan terpercaya di sekitarmu. Dengan begitu, kamu bisa mendapatkan bahan bangunan berkualitas dan tentunya, tetap bisa membayar PBB tepat waktu.
Perbedaan Tarif PBB untuk Tanah dan Bangunan
Tarif PBB untuk tanah dan bangunan dapat berbeda. Hal ini karena NJOP dan faktor-faktor lainnya yang digunakan dalam perhitungan PBB dapat berbeda untuk tanah dan bangunan.
Cara Mengurangi Tarif PBB
Ada beberapa cara untuk mengurangi tarif PBB, yaitu:
- Memanfaatkan keringanan PBB yang diberikan oleh pemerintah daerah.
- Membayar PBB tepat waktu untuk mendapatkan potongan.
- Mengajukan keberatan atas NJOP yang dinilai terlalu tinggi.
Pembayaran PBB

Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) merupakan kewajiban bagi setiap pemilik tanah dan bangunan di Indonesia. PBB digunakan untuk membiayai pembangunan dan pemeliharaan fasilitas umum di daerah setempat. Pembayaran PBB dapat dilakukan melalui berbagai cara yang mudah dan praktis.
Cara Pembayaran PBB
Pembayaran PBB dapat dilakukan melalui beberapa cara, antara lain:
- Melalui bank: Pembayaran PBB dapat dilakukan di teller bank yang ditunjuk oleh pemerintah daerah. Anda perlu membawa Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) PBB dan bukti identitas diri.
- Melalui ATM: Sebagian besar bank menyediakan layanan pembayaran PBB melalui ATM. Anda perlu mengetahui kode virtual akun PBB dan nomor SPPT.
- Melalui internet banking: Anda dapat melakukan pembayaran PBB melalui internet banking bank yang Anda gunakan. Anda perlu mengetahui nomor SPPT dan kode virtual akun PBB.
- Melalui mobile banking: Pembayaran PBB juga dapat dilakukan melalui aplikasi mobile banking. Anda perlu mengetahui nomor SPPT dan kode virtual akun PBB.
- Melalui minimarket: Beberapa minimarket juga menyediakan layanan pembayaran PBB. Anda perlu membawa SPPT PBB dan bukti identitas diri.
- Melalui Kantor Pos: Pembayaran PBB juga dapat dilakukan di Kantor Pos. Anda perlu membawa SPPT PBB dan bukti identitas diri.
- Melalui loket Samsat: Di beberapa daerah, pembayaran PBB juga dapat dilakukan di loket Samsat.
Sanksi Keterlambatan Pembayaran PBB
Pembayaran PBB memiliki batas waktu yang telah ditentukan. Jika Anda terlambat membayar PBB, Anda akan dikenakan sanksi berupa denda. Besarnya denda bervariasi tergantung pada kebijakan pemerintah daerah setempat. Sebagai contoh, di beberapa daerah, denda keterlambatan PBB adalah 2% per bulan dari nilai pokok PBB.
Cara Mendapatkan Informasi tentang Tagihan PBB
Informasi mengenai tagihan PBB dapat diperoleh melalui beberapa cara, antara lain:
- Melalui SPPT PBB: SPPT PBB yang Anda terima berisi informasi tentang tagihan PBB, seperti nomor SPPT, nama wajib pajak, alamat objek pajak, nilai PBB terutang, dan jatuh tempo pembayaran.
- Melalui website resmi pemerintah daerah: Sebagian besar pemerintah daerah memiliki website resmi yang menyediakan informasi tentang PBB. Anda dapat mengakses website ini untuk melihat tagihan PBB, informasi tentang tarif PBB, dan cara pembayaran PBB.
- Melalui kantor pajak setempat: Anda dapat mengunjungi kantor pajak setempat untuk mendapatkan informasi tentang tagihan PBB.
- Melalui aplikasi PBB: Beberapa pemerintah daerah menyediakan aplikasi PBB yang dapat diunduh di smartphone. Aplikasi ini memudahkan Anda untuk melihat tagihan PBB, informasi tentang tarif PBB, dan cara pembayaran PBB.
Cara Mengecek Status Pembayaran PBB
Anda dapat mengecek status pembayaran PBB melalui beberapa cara, antara lain:
- Melalui website resmi pemerintah daerah: Sebagian besar pemerintah daerah memiliki website resmi yang menyediakan layanan pengecekan status pembayaran PBB. Anda dapat mengakses website ini dengan memasukkan nomor SPPT PBB.
- Melalui aplikasi PBB: Beberapa pemerintah daerah menyediakan aplikasi PBB yang dapat diunduh di smartphone. Aplikasi ini memungkinkan Anda untuk mengecek status pembayaran PBB.
- Melalui kantor pajak setempat: Anda dapat mengunjungi kantor pajak setempat untuk mengecek status pembayaran PBB.
Cara Mengajukan Keberatan atas Tagihan PBB
Jika Anda merasa tagihan PBB yang Anda terima tidak sesuai, Anda dapat mengajukan keberatan. Cara mengajukan keberatan atas tagihan PBB adalah sebagai berikut:
- Siapkan dokumen-dokumen yang diperlukan: Dokumen-dokumen yang diperlukan untuk mengajukan keberatan atas tagihan PBB antara lain SPPT PBB, bukti kepemilikan tanah dan bangunan, dan dokumen lain yang mendukung keberatan Anda.
- Ajukan keberatan secara tertulis: Anda perlu mengajukan keberatan secara tertulis kepada kantor pajak setempat.
- Lampirkan dokumen-dokumen yang diperlukan: Lampirkan dokumen-dokumen yang telah Anda siapkan sebelumnya pada surat keberatan.
- Serahkan surat keberatan: Serahkan surat keberatan Anda kepada kantor pajak setempat.
Setelah Anda mengajukan keberatan, kantor pajak akan meninjau keberatan Anda. Jika keberatan Anda diterima, tagihan PBB Anda akan disesuaikan.
Manfaat PBB

Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) adalah pajak yang dikenakan atas kepemilikan tanah dan bangunan. Meskipun terkadang dianggap sebagai beban, PBB memiliki manfaat yang signifikan bagi pemerintah, masyarakat, dan perekonomian secara keseluruhan. Berikut ini beberapa manfaat penting dari PBB.
Manfaat PBB bagi Pemerintah
PBB merupakan sumber pendapatan penting bagi pemerintah daerah. Pendapatan ini digunakan untuk membiayai berbagai program dan pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat, seperti:
- Pembangunan infrastruktur, seperti jalan, jembatan, dan fasilitas umum lainnya.
- Peningkatan layanan publik, seperti pendidikan, kesehatan, dan keamanan.
- Pembiayaan program sosial, seperti bantuan untuk masyarakat kurang mampu.
- Pengelolaan lingkungan hidup, seperti penghijauan dan pengelolaan sampah.
Manfaat PBB bagi Masyarakat
PBB secara tidak langsung memberikan manfaat bagi masyarakat melalui berbagai program dan pembangunan yang dibiayai oleh pendapatan PBB. Berikut ini beberapa contohnya:
- Peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui akses yang lebih mudah ke layanan publik, seperti pendidikan dan kesehatan.
- Meningkatnya keamanan dan ketertiban masyarakat melalui program-program keamanan dan penegakan hukum yang dibiayai oleh PBB.
- Meningkatnya nilai aset properti, karena infrastruktur dan layanan publik yang lebih baik.
- Tersedianya lapangan pekerjaan baru yang tercipta melalui proyek pembangunan yang dibiayai oleh PBB.
Penggunaan PBB untuk Pembangunan
PBB digunakan untuk membiayai berbagai proyek pembangunan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Contohnya:
- Pembangunan rumah susun untuk masyarakat berpenghasilan rendah.
- Pembangunan fasilitas kesehatan dan pendidikan di daerah terpencil.
- Pembangunan infrastruktur seperti jalan dan jembatan untuk meningkatkan konektivitas antar daerah.
- Program penghijauan untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup.
PBB untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
PBB dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai cara, seperti:
- Meningkatkan akses terhadap layanan publik, seperti pendidikan, kesehatan, dan air bersih.
- Membuka peluang usaha baru melalui proyek pembangunan yang dibiayai oleh PBB.
- Meningkatkan nilai aset properti, yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.
- Meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui lingkungan hidup yang lebih baik.
PBB untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi
PBB dapat mendorong pertumbuhan ekonomi melalui berbagai cara, seperti:
- Meningkatkan investasi di sektor properti, yang dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
- Meningkatkan daya saing daerah, melalui pembangunan infrastruktur yang lebih baik dan akses yang lebih mudah ke layanan publik.
- Membuka peluang usaha baru di berbagai sektor, yang dapat meningkatkan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi.
- Meningkatkan pendapatan pemerintah, yang dapat digunakan untuk membiayai program-program yang lebih pro-pertumbuhan ekonomi.
Simpulan Akhir

Memahami tarif PBB terbaru dan cara menghitungnya adalah langkah penting dalam menjalankan kewajiban perpajakan. Dengan mengetahui informasi ini, kamu dapat menghitung dan membayar PBB tepat waktu, sehingga dapat ikut berkontribusi dalam pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Ingat, membayar PBB bukan hanya kewajiban, tapi juga bentuk partisipasi aktif dalam membangun negeri.
Informasi FAQ
Bagaimana cara mengetahui besaran PBB yang harus saya bayar?
Kamu dapat memperoleh informasi tentang tagihan PBB melalui kantor pajak setempat, website resmi pemerintah, atau aplikasi mobile perpajakan.
Apakah ada keringanan atau potongan untuk pembayaran PBB?
Ya, beberapa daerah memberikan keringanan atau potongan bagi wajib pajak tertentu, seperti Wajib Pajak yang tergolong miskin atau memiliki penghasilan rendah.
Bagaimana jika saya terlambat membayar PBB?
Keterlambatan pembayaran PBB akan dikenakan sanksi berupa denda sesuai peraturan yang berlaku. Segera hubungi kantor pajak setempat untuk informasi lebih lanjut.

