Sinonim Bangunan: Menjelajahi Beragam Kata untuk Struktur yang Berbeda

Sinonim bangunan

Sinonim bangunan – Bangunan, kata yang familiar dan sering kita ucapkan, ternyata menyimpan beragam sinonim yang menarik untuk dikaji. Lebih dari sekadar tempat berlindung, bangunan merupakan hasil kreativitas manusia yang merefleksikan kebutuhan dan budaya suatu zaman. Kata “bangunan” sendiri memiliki arti luas, mencakup segala bentuk struktur yang dibangun untuk berbagai keperluan.

Dalam bahasa Indonesia, kita dapat menemukan berbagai kata yang dapat digunakan sebagai pengganti “bangunan”, seperti gedung, rumah, gedung bertingkat, konstruksi, dan masih banyak lagi. Setiap kata memiliki nuansa makna yang sedikit berbeda, mencerminkan fungsi dan karakteristik bangunan itu sendiri.

Memahami sinonim bangunan akan membantu kita dalam berkomunikasi dengan lebih tepat dan kaya akan makna.

Arti dan Makna

Synonyms grammartop

Kata “bangunan” merujuk pada struktur fisik yang dibangun, baik itu rumah, gedung, jembatan, atau lainnya. Kata ini memiliki makna yang luas dan mencakup berbagai jenis struktur yang memiliki fungsi dan bentuk yang berbeda-beda.

Bangunan, gedung, rumah, atau bahkan hunian—semua memiliki arti yang sama, yaitu tempat tinggal atau tempat untuk melakukan aktivitas tertentu. Namun, di balik makna yang sama, terdapat berbagai peraturan yang mengaturnya, seperti pajak. Di Batam, misalnya, ada pajak bumi dan bangunan Batam yang perlu dibayarkan oleh pemilik bangunan.

Pajak ini menjadi salah satu bentuk kewajiban bagi pemilik bangunan agar dapat menikmati fasilitas dan infrastruktur yang disediakan oleh pemerintah.

Sinonim Kata “Bangunan”

Berikut adalah lima contoh kata yang dapat digunakan sebagai sinonim dari “bangunan”:

  • Gedung
  • Struktur
  • Edifikasi
  • Konstruksi
  • Bangunan

Perbandingan Makna dan Contoh Penggunaan

Kata Makna Contoh Penggunaan
Bangunan Struktur fisik yang dibangun, seperti rumah, gedung, jembatan, dan lainnya. “Bangunan baru itu memiliki arsitektur yang unik.”
Gedung Struktur fisik yang dibangun untuk tujuan tertentu, seperti kantor, sekolah, atau rumah sakit. “Gedung pencakar langit itu menjulang tinggi di tengah kota.”
Struktur Bentuk atau susunan fisik yang dibangun, seperti jembatan, bendungan, atau menara. “Struktur jembatan itu dirancang untuk menahan beban berat.”
Edifikasi Bangunan yang megah atau monumental, seperti istana, katedral, atau monumen. “Edifikasi kuno itu merupakan bukti kejayaan kerajaan masa lalu.”
Konstruksi Proses membangun atau membangun sesuatu, seperti rumah, gedung, atau jembatan. “Konstruksi bangunan itu memakan waktu bertahun-tahun.”

Klasifikasi Bangunan

Sinonim bangunan

Bangunan, sebagai struktur fisik yang berdiri kokoh, memiliki fungsi dan tujuan yang beragam. Untuk memahami lebih dalam tentang dunia bangunan, penting untuk mengelompokkan atau mengklasifikasikannya berdasarkan fungsi dan tujuannya. Klasifikasi ini membantu kita untuk lebih mudah memahami dan mempelajari berbagai jenis bangunan serta peranannya dalam kehidupan manusia.

Bangunan, gedung, rumah, atau konstruksi, semuanya memiliki makna yang sama, yaitu tempat yang didirikan untuk berbagai keperluan. Jika kamu sedang mencari bahan bangunan dengan harga yang bersahabat, toko bangunan murah jaya bisa menjadi pilihan yang tepat. Dengan berbagai pilihan bahan bangunan berkualitas, kamu bisa mewujudkan impian rumah idaman tanpa perlu khawatir soal budget.

Memilih bahan bangunan yang tepat merupakan salah satu kunci untuk membangun tempat yang kokoh dan nyaman.

Klasifikasi Bangunan Berdasarkan Fungsi

Klasifikasi bangunan berdasarkan fungsi adalah cara yang paling umum dan praktis untuk mengelompokkan berbagai jenis bangunan. Klasifikasi ini didasarkan pada tujuan utama bangunan tersebut dalam memenuhi kebutuhan manusia. Berikut adalah beberapa jenis bangunan berdasarkan fungsinya:

  • Bangunan Hunian: Bangunan yang dirancang untuk tempat tinggal, seperti rumah tinggal, apartemen, dan villa. Contohnya adalah rumah sederhana, rumah mewah, apartemen di kota besar, dan villa di daerah wisata.
  • Bangunan Komersial: Bangunan yang digunakan untuk kegiatan komersial atau bisnis, seperti toko, restoran, hotel, dan pusat perbelanjaan. Contohnya adalah toko kelontong, restoran cepat saji, hotel bintang lima, dan pusat perbelanjaan modern.
  • Bangunan Industri: Bangunan yang digunakan untuk kegiatan industri, seperti pabrik, gudang, dan workshop. Contohnya adalah pabrik tekstil, gudang penyimpanan bahan baku, dan workshop otomotif.
  • Bangunan Publik: Bangunan yang digunakan untuk pelayanan publik, seperti sekolah, rumah sakit, perpustakaan, dan kantor pemerintahan. Contohnya adalah sekolah dasar, rumah sakit umum, perpustakaan nasional, dan kantor walikota.
  • Bangunan Keagamaan: Bangunan yang digunakan untuk kegiatan keagamaan, seperti masjid, gereja, pura, dan kuil. Contohnya adalah masjid raya, gereja katolik, pura hindu, dan kuil budha.

Tabel Klasifikasi Bangunan

Nama Fungsi Contoh
Bangunan Hunian Tempat tinggal Rumah tinggal, apartemen, villa
Bangunan Komersial Kegiatan komersial/bisnis Toko, restoran, hotel, pusat perbelanjaan
Bangunan Industri Kegiatan industri Pabrik, gudang, workshop
Bangunan Publik Pelayanan publik Sekolah, rumah sakit, perpustakaan, kantor pemerintahan
Bangunan Keagamaan Kegiatan keagamaan Masjid, gereja, pura, kuil

Elemen Bangunan

Sinonim bangunan

Sebuah bangunan berdiri kokoh dan berfungsi sebagaimana mestinya karena dibangun dengan berbagai elemen yang saling berhubungan. Elemen-elemen ini memiliki peran penting dalam menentukan karakteristik, ketahanan, dan estetika bangunan.

Elemen Bangunan

Elemen bangunan dapat dikategorikan menjadi beberapa kelompok, namun secara umum, berikut adalah beberapa elemen penting yang terdapat pada sebuah bangunan:

  • Pondasi:Bagian terbawah bangunan yang berfungsi sebagai penyangga beban seluruh bangunan dan mendistribusikan beban ke tanah. Pondasi dirancang sesuai dengan jenis tanah dan beban yang akan ditanggung. Contohnya, pondasi bangunan bertingkat biasanya menggunakan pondasi cakar ayam atau pondasi raft.
  • Struktur:Kerangka bangunan yang memberikan kekuatan dan bentuk. Struktur bangunan biasanya terbuat dari beton bertulang, baja, atau kayu. Contohnya, kolom, balok, dan plat lantai merupakan elemen struktur yang penting.
  • Dinding:Elemen pemisah ruang dalam bangunan yang juga berfungsi sebagai pelindung dari cuaca dan gangguan luar. Dinding dapat terbuat dari batu bata, beton, kayu, atau material lainnya. Contohnya, dinding bata, dinding beton, dan dinding gypsum.
  • Atap:Bagian paling atas bangunan yang berfungsi sebagai pelindung dari hujan, sinar matahari, dan angin. Atap dapat dibuat dari berbagai material, seperti genteng, asbes, metal, atau membran. Contohnya, atap genteng, atap asbes, dan atap metal.
  • Jendela dan Pintu:Bukaan pada dinding yang berfungsi sebagai akses masuk dan keluar, serta sumber cahaya dan ventilasi. Jendela dan pintu dapat terbuat dari kayu, aluminium, atau baja. Contohnya, jendela kaca, pintu kayu, dan pintu kaca.

Fungsi Elemen Bangunan

Elemen-elemen bangunan memiliki fungsi yang spesifik dan saling melengkapi. Berikut adalah tabel yang merangkum elemen bangunan, fungsinya, dan contohnya:

Elemen Bangunan Fungsi Contoh
Pondasi Menyangga beban seluruh bangunan dan mendistribusikan beban ke tanah. Pondasi cakar ayam, pondasi raft.
Struktur Memberikan kekuatan dan bentuk pada bangunan. Kolom, balok, plat lantai.
Dinding Memisah ruang dalam bangunan, melindungi dari cuaca dan gangguan luar. Dinding bata, dinding beton, dinding gypsum.
Atap Melindungi bangunan dari hujan, sinar matahari, dan angin. Atap genteng, atap asbes, atap metal.
Jendela dan Pintu Akses masuk dan keluar, sumber cahaya dan ventilasi. Jendela kaca, pintu kayu, pintu kaca.

Istilah Bangunan

Sinonim bangunan

Dunia konstruksi memiliki banyak istilah khusus yang mungkin terdengar asing bagi orang awam. Memahami istilah-istilah ini penting untuk berkomunikasi secara efektif dengan para profesional di bidang ini dan untuk memahami dokumen-dokumen terkait bangunan.

Bicara tentang bangunan, kita seringkali mendengar istilah-istilah lain yang punya makna serupa, seperti gedung, rumah, atau bahkan graha. Nah, kalau kamu sedang mencari jasa konstruksi di Blitar, mungkin kamu bisa melirik graha bangunan blitar. Mereka punya reputasi baik dalam membangun berbagai macam bangunan, dari rumah tinggal hingga gedung perkantoran.

Jadi, kalau kamu sedang mencari sinonim bangunan yang tepat untuk proyekmu, jangan ragu untuk menghubungi mereka!

Daftar Istilah Bangunan

Berikut adalah beberapa istilah bangunan umum beserta definisinya:

  • Pondasi: Bagian bawah bangunan yang berfungsi sebagai penyangga utama dan mentransfer beban bangunan ke tanah. Contoh: Pondasi rumah biasanya terbuat dari beton bertulang.
  • Struktur: Kerangka bangunan yang menopang semua beban dan memberikan bentuk dan stabilitas. Contoh: Struktur bangunan dapat berupa rangka baja, beton bertulang, atau kayu.
  • Dinding: Elemen vertikal yang membatasi ruangan dan memberikan privasi serta keamanan. Contoh: Dinding rumah dapat terbuat dari bata, beton, atau kayu.
  • Atap: Bagian atas bangunan yang melindungi dari hujan, angin, dan sinar matahari. Contoh: Atap rumah dapat terbuat dari genteng, seng, atau asbes.
  • Jendela: Lubang pada dinding yang memungkinkan cahaya dan udara masuk. Contoh: Jendela rumah dapat terbuat dari kaca, kayu, atau aluminium.

Tabel Istilah Bangunan

Istilah Definisi Contoh
Pondasi Bagian bawah bangunan yang berfungsi sebagai penyangga utama dan mentransfer beban bangunan ke tanah. Pondasi rumah biasanya terbuat dari beton bertulang.
Struktur Kerangka bangunan yang menopang semua beban dan memberikan bentuk dan stabilitas. Struktur bangunan dapat berupa rangka baja, beton bertulang, atau kayu.
Dinding Elemen vertikal yang membatasi ruangan dan memberikan privasi serta keamanan. Dinding rumah dapat terbuat dari bata, beton, atau kayu.
Atap Bagian atas bangunan yang melindungi dari hujan, angin, dan sinar matahari. Atap rumah dapat terbuat dari genteng, seng, atau asbes.
Jendela Lubang pada dinding yang memungkinkan cahaya dan udara masuk. Jendela rumah dapat terbuat dari kaca, kayu, atau aluminium.

Proses Pembangunan

Sinonim bangunan

Proses pembangunan sebuah bangunan adalah serangkaian tahapan yang kompleks dan terstruktur, melibatkan berbagai pihak, dan memerlukan perencanaan yang matang. Proses ini dimulai dari ide awal hingga bangunan berdiri kokoh dan siap digunakan.

Tahapan Pembangunan

Proses pembangunan bangunan umumnya dibagi menjadi beberapa tahapan utama. Berikut adalah beberapa tahapan penting yang biasanya terlibat:

  1. Perencanaan

    Tahap perencanaan merupakan langkah awal yang sangat penting dalam proses pembangunan. Pada tahap ini, berbagai aspek dipertimbangkan dengan detail, seperti:

    • Konsep dan desain bangunan
    • Analisis tanah dan kondisi lingkungan
    • Perhitungan struktur dan material
    • Perizinan dan legalitas
    • Estimasi biaya dan waktu pembangunan
  2. Pembebasan Lahan

    Tahap ini melibatkan proses pengadaan lahan yang akan digunakan untuk membangun. Proses ini meliputi:

    • Pembelian lahan
    • Pembebasan lahan dari penghuni atau pemilik sebelumnya
    • Pengurusan sertifikat kepemilikan
  3. Pembersihan Lahan

    Setelah lahan diperoleh, tahap selanjutnya adalah membersihkan lahan dari berbagai hal yang dapat menghambat proses pembangunan, seperti:

    • Penebangan pohon
    • Pemindahan tanah dan batu
    • Pembersihan vegetasi
  4. Pekerjaan Pondasi

    Tahap ini merupakan fondasi dasar bangunan, yang menentukan kestabilan dan kekuatan struktur bangunan. Prosesnya meliputi:

    • Penggalian tanah untuk pondasi
    • Pemasangan beton bertulang untuk pondasi
    • Pemasangan tulangan baja
    • Pengecoran beton
  5. Pekerjaan Struktur

    Tahap ini melibatkan pembangunan kerangka bangunan, meliputi:

    • Pemasangan kolom dan balok
    • Pemasangan rangka atap
    • Pemasangan dinding penyangga
  6. Pekerjaan Arsitektur

    Tahap ini meliputi pembangunan bagian luar dan dalam bangunan yang terlihat, seperti:

    • Pemasangan dinding bata
    • Pemasangan atap
    • Pemasangan jendela dan pintu
    • Pemasangan fasad bangunan
  7. Pekerjaan Mekanikal dan Elektrikal

    Tahap ini melibatkan pemasangan sistem mekanikal dan elektrikal yang diperlukan untuk fungsi bangunan, seperti:

    • Instalasi sistem air dan sanitasi
    • Instalasi sistem listrik
    • Instalasi sistem HVAC (heating, ventilation, and air conditioning)
  8. Finishing

    Tahap akhir ini meliputi berbagai pekerjaan yang membuat bangunan siap huni, seperti:

    • Pengecatan
    • Pemasangan lantai
    • Pemasangan plafon
    • Pemasangan perlengkapan interior

Bangunan Bersejarah

Sinonim bangunan

Bangunan bersejarah adalah bukti nyata dari peradaban manusia yang telah berlangsung selama berabad-abad. Mereka bukan hanya struktur fisik, tetapi juga menyimpan cerita, nilai budaya, dan identitas suatu bangsa. Melalui bangunan bersejarah, kita dapat menelusuri jejak masa lampau, memahami nilai-nilai yang dianut oleh nenek moyang kita, dan menghargai warisan budaya yang telah diwariskan kepada kita.

Pentingnya Bangunan Bersejarah

Bangunan bersejarah memiliki peran penting dalam konteks budaya dan sejarah. Berikut adalah beberapa alasan mengapa bangunan bersejarah sangat penting:

  • Sumber informasi:Bangunan bersejarah merupakan sumber informasi berharga tentang kehidupan dan budaya masa lampau. Arsitektur, bahan bangunan, dan dekorasi bangunan dapat memberikan petunjuk tentang teknologi, gaya hidup, dan nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat pada masa itu.
  • Identitas budaya:Bangunan bersejarah merupakan simbol identitas budaya suatu bangsa. Mereka mencerminkan nilai-nilai, tradisi, dan sejarah yang diwariskan dari generasi ke generasi.
  • Atraksi wisata:Bangunan bersejarah menjadi daya tarik wisata yang penting. Mereka menarik wisatawan dari berbagai penjuru dunia yang ingin melihat dan mempelajari sejarah dan budaya suatu bangsa.
  • Pelestarian warisan:Bangunan bersejarah merupakan warisan budaya yang harus dilestarikan untuk generasi mendatang. Pelestarian bangunan bersejarah berarti menjaga nilai-nilai budaya dan sejarah yang terkandung di dalamnya.

Contoh Bangunan Bersejarah di Indonesia

Indonesia memiliki banyak bangunan bersejarah yang tersebar di berbagai wilayah. Berikut adalah contoh tiga bangunan bersejarah di Indonesia:

Nama Bangunan Lokasi Keunikan
Candi Borobudur Magelang, Jawa Tengah Candi Buddha terbesar di dunia, memiliki relief yang menceritakan kisah-kisah Buddha dan ajarannya.
Candi Prambanan Yogyakarta, Jawa Tengah Kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia, memiliki tiga candi utama yang didedikasikan untuk Trimurti (Brahma, Wisnu, dan Siwa).
Benteng Fort Rotterdam Makassar, Sulawesi Selatan Benteng pertahanan yang dibangun oleh Belanda pada abad ke-17, menjadi saksi bisu sejarah kolonialisme di Indonesia.

Arsitektur Bangunan

Sinonim bangunan

Arsitektur bangunan merupakan seni dan ilmu dalam merancang dan membangun struktur fisik, khususnya bangunan. Lebih dari sekadar estetika, arsitektur mempertimbangkan fungsi, struktur, dan lingkungan sekitar bangunan. Konsep arsitektur yang diterapkan pada bangunan melibatkan perpaduan antara estetika, fungsionalitas, dan teknik konstruksi yang harmonis.

Gaya Arsitektur

Gaya arsitektur mencerminkan ciri khas suatu periode atau budaya tertentu. Berbagai gaya arsitektur berkembang seiring dengan waktu, dipengaruhi oleh teknologi, material, dan nilai-nilai masyarakat pada masanya. Beberapa gaya arsitektur yang terkenal meliputi:

  • Gaya Klasik: Ciri khas gaya klasik adalah penggunaan elemen-elemen arsitektur Yunani dan Romawi seperti kolom, lengkungan, dan pedimen. Contoh bangunan yang mengusung gaya klasik adalah Gedung Putih di Amerika Serikat.
  • Gaya Gotik: Gaya arsitektur ini dikenal dengan lengkungan runcing, kubah tinggi, dan jendela kaca patri yang besar. Contoh bangunan yang mengusung gaya gotik adalah Katedral Notre Dame di Paris, Prancis.
  • Gaya Modern: Gaya modern menekankan kesederhanaan, fungsionalitas, dan penggunaan material modern seperti beton, baja, dan kaca. Contoh bangunan yang mengusung gaya modern adalah Gedung Chrysler di New York, Amerika Serikat.

Tabel Gaya Arsitektur

Gaya Arsitektur Ciri-ciri Contoh Bangunan
Klasik Kolom, lengkungan, pedimen, simetri Gedung Putih, Amerika Serikat
Gotik Lengkungan runcing, kubah tinggi, jendela kaca patri Katedral Notre Dame, Paris, Prancis
Modern Kesederhanaan, fungsionalitas, material modern Gedung Chrysler, New York, Amerika Serikat

Dampak Bangunan Terhadap Lingkungan

Sinonim bangunan

Pembangunan bangunan, baik itu rumah tinggal, gedung perkantoran, atau infrastruktur lainnya, memiliki dampak yang signifikan terhadap lingkungan. Dampak ini dapat berupa positif maupun negatif, tergantung pada bagaimana proses pembangunan dilakukan dan bagaimana bangunan tersebut dirancang dan dioperasikan.

Dampak Positif Pembangunan Bangunan

Pembangunan bangunan dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan, seperti:

  • Meningkatkan kualitas hidup:Bangunan yang dirancang dengan baik dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan menyediakan tempat tinggal, ruang kerja, dan fasilitas umum yang lebih baik.
  • Mendorong pertumbuhan ekonomi:Pembangunan bangunan menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi di suatu wilayah.
  • Meningkatkan aksesibilitas:Pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan transportasi umum dapat meningkatkan aksesibilitas ke berbagai lokasi dan layanan.

Dampak Negatif Pembangunan Bangunan, Sinonim bangunan

Di sisi lain, pembangunan bangunan juga dapat berdampak negatif bagi lingkungan, seperti:

  • Pencemaran lingkungan:Proses pembangunan menghasilkan limbah konstruksi, emisi gas rumah kaca, dan polusi air yang dapat mencemari lingkungan.
  • Kerusakan habitat:Pembangunan bangunan dapat merusak habitat alami, seperti hutan, lahan basah, dan area hijau, yang mengakibatkan hilangnya keanekaragaman hayati.
  • Peningkatan konsumsi energi:Bangunan yang tidak dirancang dengan efisiensi energi dapat meningkatkan konsumsi energi dan emisi gas rumah kaca.
  • Peningkatan kepadatan penduduk:Pembangunan bangunan dapat menyebabkan peningkatan kepadatan penduduk di suatu wilayah, yang dapat menimbulkan masalah sosial dan lingkungan.

Solusi untuk Meminimalisir Dampak Negatif Pembangunan

Untuk meminimalisir dampak negatif pembangunan bangunan terhadap lingkungan, beberapa solusi dapat diterapkan, antara lain:

  • Penerapan prinsip pembangunan berkelanjutan:Menggunakan bahan bangunan yang ramah lingkungan, menerapkan desain bangunan yang efisien energi, dan meminimalisir limbah konstruksi.
  • Penggunaan teknologi ramah lingkungan:Mengadopsi teknologi energi terbarukan, sistem pengelolaan air hujan, dan sistem pengolahan limbah yang efisien.
  • Pengembangan ruang terbuka hijau:Menciptakan ruang terbuka hijau di sekitar bangunan untuk menyerap karbon dioksida, meningkatkan kualitas udara, dan menyediakan habitat bagi satwa liar.
  • Peningkatan transportasi umum:Mendorong penggunaan transportasi umum untuk mengurangi kemacetan lalu lintas dan emisi gas buang kendaraan.
  • Perencanaan tata ruang yang terpadu:Membangun infrastruktur dan fasilitas yang mendukung pembangunan berkelanjutan, seperti taman kota, jalur sepeda, dan sistem transportasi umum yang terintegrasi.

Tabel Dampak Positif dan Negatif Pembangunan Bangunan

Dampak Positif Negatif Solusi
Kualitas Hidup Meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan menyediakan tempat tinggal, ruang kerja, dan fasilitas umum yang lebih baik. Peningkatan kepadatan penduduk dapat menimbulkan masalah sosial dan lingkungan. Menerapkan prinsip pembangunan berkelanjutan dan perencanaan tata ruang yang terpadu.
Pertumbuhan Ekonomi Mendorong pertumbuhan ekonomi dengan menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan investasi. Pencemaran lingkungan dapat mengurangi kualitas hidup dan menghambat pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Menggunakan teknologi ramah lingkungan dan menerapkan sistem pengelolaan limbah yang efisien.
Aksesibilitas Meningkatkan aksesibilitas ke berbagai lokasi dan layanan dengan pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan transportasi umum. Kerusakan habitat alami dapat mengakibatkan hilangnya keanekaragaman hayati dan mengurangi nilai ekologis suatu wilayah. Pengembangan ruang terbuka hijau dan penerapan prinsip pembangunan berkelanjutan dalam desain bangunan.
Efisiensi Energi Bangunan yang dirancang dengan efisiensi energi dapat mengurangi konsumsi energi dan emisi gas rumah kaca. Bangunan yang tidak dirancang dengan efisiensi energi dapat meningkatkan konsumsi energi dan emisi gas rumah kaca. Menggunakan bahan bangunan yang ramah lingkungan dan menerapkan desain bangunan yang efisien energi.

Kesimpulan Akhir

Sinonim bangunan

Menelusuri sinonim bangunan membuka mata kita terhadap kekayaan bahasa dan beragamnya fungsi serta makna yang terkandung dalam setiap struktur. Dari gedung pencakar langit yang menjulang tinggi hingga gubuk sederhana di pedesaan, setiap bangunan memiliki ceritanya sendiri, yang diungkapkan melalui kata-kata yang tepat.

Dengan memahami arti dan nuansa setiap sinonim, kita dapat mengapresiasi lebih dalam karya arsitektur dan sejarah di baliknya.

FAQ Lengkap: Sinonim Bangunan

Apa perbedaan antara “bangunan” dan “gedung”?

“Bangunan” memiliki makna yang lebih luas, mencakup segala bentuk struktur yang dibangun. Sementara “gedung” lebih spesifik merujuk pada bangunan yang besar dan kokoh, biasanya memiliki beberapa lantai.

Apakah “rumah” termasuk dalam sinonim “bangunan”?

Ya, “rumah” merupakan sinonim dari “bangunan” yang merujuk pada tempat tinggal.

Apa contoh lain dari sinonim “bangunan”?

Selain yang disebutkan di atas, beberapa contoh lain adalah: kantor, pabrik, jembatan, dan monumen.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top