Ppt pajak bumi dan bangunan – Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) merupakan salah satu jenis pajak yang wajib dibayarkan oleh pemilik tanah dan bangunan di Indonesia. Pajak ini merupakan sumber pendapatan penting bagi pemerintah daerah untuk membiayai pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Dalam presentasi ini, kita akan membahas secara detail tentang PBB, mulai dari pengertian, dasar hukum, jenis-jenis PBB, hingga tata cara pembayaran dan manfaatnya.
PBB menjadi salah satu komponen penting dalam sistem perpajakan di Indonesia. Memahami PBB tidak hanya penting bagi wajib pajak, tetapi juga bagi masyarakat luas. Dengan memahami PBB, kita dapat mengetahui kewajiban kita sebagai warga negara dan bagaimana PBB berperan dalam membangun negara.
Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)

Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) merupakan salah satu jenis pajak daerah yang dipungut atas kepemilikan tanah dan/atau bangunan. PBB merupakan sumber pendapatan penting bagi pemerintah daerah untuk membiayai berbagai program pembangunan dan pelayanan publik.
Pengertian Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)
Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) adalah pajak yang dikenakan atas kepemilikan tanah dan/atau bangunan yang terletak di wilayah Indonesia. PBB merupakan pajak daerah yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.
Dasar Hukum Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)
Dasar hukum yang mengatur tentang Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) adalah:
- Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah
- Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2014 tentang Pedoman Teknis Pengenaan dan Pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan
- Peraturan Daerah masing-masing daerah tentang Pajak Bumi dan Bangunan
Jenis-jenis Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)
Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) terbagi menjadi dua jenis, yaitu:
| Jenis PBB | Objek PBB |
|---|---|
| PBB Perkotaan | Tanah dan/atau bangunan yang terletak di wilayah perkotaan |
| PBB Pedesaan | Tanah dan/atau bangunan yang terletak di wilayah pedesaan |
Perbedaan PBB Perkotaan dan PBB Pedesaan, Ppt pajak bumi dan bangunan
Perbedaan utama antara PBB perkotaan dan PBB pedesaan terletak pada:
- Nilai Jual Objek Pajak (NJOP):NJOP tanah dan/atau bangunan di wilayah perkotaan umumnya lebih tinggi dibandingkan dengan NJOP di wilayah pedesaan. Hal ini karena nilai tanah dan bangunan di wilayah perkotaan cenderung lebih tinggi akibat faktor lokasi dan aksesibilitas.
- Tarif Pajak:Tarif pajak PBB perkotaan dan PBB pedesaan dapat berbeda. Pemerintah daerah memiliki kewenangan untuk menetapkan tarif pajak PBB sesuai dengan kondisi dan kebutuhan daerah masing-masing.
- Besaran Pajak:Besaran pajak PBB yang harus dibayarkan oleh wajib pajak dipengaruhi oleh NJOP dan tarif pajak yang berlaku. Semakin tinggi NJOP dan tarif pajak, maka semakin besar besaran pajak yang harus dibayarkan.
Wajib Pajak PBB

Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) merupakan salah satu jenis pajak daerah yang menjadi sumber pendapatan bagi pemerintah daerah. PBB dikenakan atas kepemilikan tanah dan bangunan, baik yang digunakan untuk tempat tinggal, usaha, maupun lainnya. PBB menjadi kewajiban bagi setiap pemilik tanah dan bangunan, dan penting untuk dipahami siapa saja yang termasuk sebagai wajib pajak PBB dan bagaimana cara menentukan subjek pajaknya.
Saat mempelajari PPT tentang pajak bumi dan bangunan, mungkin kamu akan membutuhkan berbagai material bangunan untuk proyekmu. Nah, untuk itu, kamu bisa mengunjungi toko bangunan bintang anugrah pekanbaru yang terkenal dengan koleksi materialnya yang lengkap dan harga yang kompetitif. Setelah mendapatkan bahan bangunan yang kamu butuhkan, kamu bisa kembali fokus mempelajari PPT tentang pajak bumi dan bangunan dengan lebih tenang dan fokus.
Siapa Saja yang Wajib Membayar PBB?
Wajib pajak PBB adalah setiap orang atau badan hukum yang memiliki tanah dan/atau bangunan di wilayah Indonesia. Dalam hal ini, kepemilikan dapat berupa:
- Kepemilikan sendiri
- Kepemilikan bersama
- Kepemilikan atas dasar hak pakai
- Kepemilikan atas dasar hak guna bangunan
- Kepemilikan atas dasar hak guna usaha
Selain kepemilikan, ada beberapa faktor lain yang menentukan seseorang atau badan hukum menjadi wajib pajak PBB, yaitu:
- Lokasi tanah dan bangunan berada di wilayah Indonesia
- Tanah dan bangunan telah terdaftar di Kantor Pertanahan
- Tanah dan bangunan telah diukur dan dinilai oleh petugas pajak
Cara Menentukan Subjek Pajak PBB
Subjek pajak PBB adalah orang atau badan hukum yang memiliki tanah dan/atau bangunan yang dikenai pajak. Untuk menentukan subjek pajak PBB, diperlukan beberapa langkah:
- Identifikasi kepemilikan tanah dan bangunan. Ini bisa dilakukan dengan mengecek sertifikat tanah atau dokumen kepemilikan lainnya.
- Pastikan lokasi tanah dan bangunan berada di wilayah Indonesia.
- Cek apakah tanah dan bangunan telah terdaftar di Kantor Pertanahan.
- Periksa apakah tanah dan bangunan telah diukur dan dinilai oleh petugas pajak.
Jika keempat langkah tersebut terpenuhi, maka orang atau badan hukum tersebut dapat dikategorikan sebagai subjek pajak PBB.
Contoh Objek Pajak PBB
Berikut adalah contoh objek pajak PBB berdasarkan jenisnya:
| Jenis Objek Pajak | Contoh |
|---|---|
| Tanah dan Bangunan Tempat Tinggal | Rumah tinggal, apartemen, villa |
| Tanah dan Bangunan Usaha | Toko, kantor, pabrik, gudang |
| Tanah dan Bangunan Perkantoran | Gedung perkantoran, kantor pusat, kantor cabang |
| Tanah dan Bangunan Pendidikan | Sekolah, universitas, perguruan tinggi |
| Tanah dan Bangunan Kesehatan | Rumah sakit, klinik, puskesmas |
| Tanah dan Bangunan Hiburan | Hotel, restoran, bioskop, tempat hiburan |
| Tanah dan Bangunan Pertanian | Sawah, ladang, perkebunan |
Kewajiban Wajib Pajak PBB dalam Hal Pelaporan dan Pembayaran
Wajib pajak PBB memiliki beberapa kewajiban dalam hal pelaporan dan pembayaran, yaitu:
- Melaporkan perubahan data kepemilikan tanah dan bangunan.
- Melaporkan perubahan data penggunaan tanah dan bangunan.
- Membayar PBB tepat waktu sesuai dengan nilai pajak yang tertera pada SPPT (Surat Pemberitahuan Pajak Terutang).
- Melakukan pembayaran PBB melalui bank yang ditunjuk atau melalui sistem online.
Wajib pajak PBB juga berhak untuk mendapatkan informasi dan layanan terkait PBB, seperti informasi tentang tarif PBB, cara menghitung PBB, dan cara pembayaran PBB. Informasi ini dapat diperoleh melalui Kantor Pelayanan Pajak (KPP) setempat atau melalui website resmi Direktorat Jenderal Pajak.
Dasar Pengenaan PBB: Ppt Pajak Bumi Dan Bangunan
![]()
Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) merupakan pajak yang dikenakan atas kepemilikan tanah dan bangunan di Indonesia. Dasar pengenaan PBB ditentukan oleh nilai jual objek pajak (NJOP) dan nilai jual objek pajak (NJOP). NJOP merupakan nilai jual objek pajak yang ditetapkan oleh pemerintah daerah, sedangkan NJOP merupakan nilai jual objek pajak yang digunakan untuk menghitung PBB.
Nilai Jual Objek Pajak (NJOP)
NJOP merupakan nilai jual objek pajak yang ditetapkan oleh pemerintah daerah berdasarkan data pasar dan kondisi objek pajak. NJOP digunakan sebagai dasar perhitungan PBB dan dapat berbeda-beda antar wilayah.
Nilai Jual Objek Pajak (NJOP)
NJOP merupakan nilai jual objek pajak yang digunakan untuk menghitung PBB. NJOP dihitung dengan mengalikan NJOP dengan faktor pengali yang ditetapkan oleh pemerintah daerah. Faktor pengali ini dapat berbeda-beda antar wilayah dan dapat berubah setiap tahunnya.
Contoh Perhitungan PBB
Berikut adalah contoh perhitungan PBB berdasarkan NJOP dan NJOP:
| No | Keterangan | Nilai |
|---|---|---|
| 1 | NJOP | Rp 1.000.000.000 |
| 2 | Faktor Pengali | 0,5% |
| 3 | NJOP | Rp 5.000.000 |
| 4 | Tarif PBB | 0,01% |
| 5 | PBB | Rp 500.000 |
Pada contoh di atas, NJOP objek pajak adalah Rp 1.000.000.000, faktor pengali adalah 0,5%, sehingga NJOP adalah Rp 5.000.000. Tarif PBB yang dikenakan adalah 0,01% dari NJOP, sehingga PBB yang harus dibayarkan adalah Rp 500.000.
Penentuan NJOP dan NJOP
Penentuan NJOP dan NJOP dilakukan oleh pemerintah daerah berdasarkan data pasar dan kondisi objek pajak. Data pasar yang digunakan meliputi harga jual tanah dan bangunan di wilayah tersebut, sedangkan kondisi objek pajak meliputi luas tanah, bangunan, dan fasilitas yang tersedia.
Cara Menghitung PBB
PBB dihitung dengan mengalikan NJOP dengan tarif PBB. Tarif PBB dapat berbeda-beda antar wilayah dan dapat berubah setiap tahunnya.
PPT tentang pajak bumi dan bangunan biasanya membahas berbagai aspek, mulai dari dasar hukum hingga cara menghitungnya. Salah satu poin penting yang perlu dibahas adalah luas bangunan, yang menjadi salah satu faktor penentu besaran pajak. Untuk rumah tipe 36, misalnya, luas bangunannya sekitar 36 meter persegi.
Informasi ini penting untuk dimasukkan dalam PPT agar lebih komprehensif dan membantu audiens memahami bagaimana pajak bumi dan bangunan dihitung.
PBB = NJOP x Tarif PBB
Ppt pajak bumi dan bangunan memang penting untuk dipahami, terutama bagi pemilik bangunan. Materi ini bisa membantu kamu mengerti kewajiban pajak yang harus dibayarkan. Nah, buat kamu yang lagi membangun rumah atau merenovasi, jangan lupa untuk cek kebutuhan material bangunan di toko bangunan padang.
Di sana, kamu bisa menemukan berbagai macam material bangunan berkualitas dengan harga yang kompetitif. Setelah bangunanmu selesai, jangan lupa untuk melengkapi kewajiban pajak bumi dan bangunan agar kamu bisa tenang dan fokus menikmati hunian barumu.
Sebagai contoh, jika NJOP suatu objek pajak adalah Rp 100.000.000 dan tarif PBB adalah 0,01%, maka PBB yang harus dibayarkan adalah:
PBB = Rp 100.000.000 x 0,01% = Rp 1.000.000
Tata Cara Pembayaran PBB

Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) merupakan kewajiban bagi setiap pemilik tanah dan bangunan. Pembayaran PBB dapat dilakukan melalui berbagai metode, baik secara langsung maupun online. Pembayaran PBB dapat dilakukan di berbagai tempat, mulai dari kantor pos hingga bank.
Metode Pembayaran PBB
Terdapat beberapa metode pembayaran PBB yang dapat dipilih sesuai dengan preferensi dan kemudahan akses Anda. Berikut adalah tabel yang merinci metode pembayaran PBB dan tempat pembayarannya:
| Metode Pembayaran | Tempat Pembayaran |
|---|---|
| Kantor Pos | Kantor Pos seluruh Indonesia |
| Bank | Bank yang ditunjuk oleh pemerintah daerah |
| Minimarket | Minimarket yang bekerja sama dengan pemerintah daerah |
| ATM | ATM bank yang ditunjuk oleh pemerintah daerah |
| Mobile Banking | Aplikasi mobile banking bank yang ditunjuk oleh pemerintah daerah |
| Internet Banking | Website internet banking bank yang ditunjuk oleh pemerintah daerah |
| Website Resmi PBB | Website resmi PBB pemerintah daerah |
Sanksi Keterlambatan Pembayaran PBB
Pembayaran PBB wajib dilakukan sesuai dengan batas waktu yang ditentukan. Keterlambatan pembayaran PBB akan dikenakan sanksi berupa denda. Besarnya denda bervariasi tergantung pada peraturan daerah masing-masing. Denda biasanya dihitung berdasarkan persentase dari nilai PBB yang tertunggak.
Contoh Prosedur Pembayaran PBB Secara Online
Sebagai contoh, untuk melakukan pembayaran PBB secara online melalui website resmi PBB, Anda dapat mengikuti langkah-langkah berikut:
- Buka website resmi PBB pemerintah daerah Anda.
- Pilih menu “Pembayaran PBB”.
- Masukkan Nomor Objek Pajak (NOP) Anda.
- Pilih metode pembayaran yang Anda inginkan.
- Ikuti petunjuk yang tertera di layar untuk menyelesaikan pembayaran.
Setelah pembayaran berhasil, Anda akan menerima bukti pembayaran secara online. Simpan bukti pembayaran ini sebagai bukti bahwa Anda telah melunasi kewajiban PBB Anda.
Manfaat dan Dampak PBB

Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) merupakan salah satu sumber pendapatan utama bagi pemerintah daerah. Pendapatan ini kemudian digunakan untuk membiayai berbagai program pembangunan dan pelayanan publik yang bermanfaat bagi masyarakat. PBB juga memiliki dampak signifikan terhadap perekonomian dan pembangunan infrastruktur di suatu daerah.
Manfaat PBB bagi Masyarakat dan Pemerintah
PBB memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat dan pemerintah. Berikut beberapa manfaatnya:
- Meningkatkan kesejahteraan masyarakat: PBB digunakan untuk membiayai berbagai program pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat, seperti pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan sosial.
- Meningkatkan kualitas hidup masyarakat: Peningkatan kualitas hidup masyarakat dapat dicapai melalui pembangunan infrastruktur yang memadai, seperti jalan, jembatan, dan fasilitas umum lainnya.
- Menciptakan lapangan kerja: Pembangunan infrastruktur dan program pembangunan lainnya yang dibiayai oleh PBB dapat menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat.
- Meningkatkan pendapatan daerah: PBB menjadi sumber pendapatan utama bagi pemerintah daerah yang dapat digunakan untuk meningkatkan pelayanan publik dan pembangunan.
- Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pemerintah: PBB yang dibayarkan oleh masyarakat dapat dipertanggungjawabkan oleh pemerintah daerah melalui laporan keuangan dan program pembangunan yang transparan.
Dampak PBB terhadap Perekonomian
PBB memiliki dampak positif dan negatif terhadap perekonomian. Dampak positifnya antara lain:
- Meningkatkan investasi: Peningkatan infrastruktur yang dibiayai oleh PBB dapat menarik investor untuk menanamkan modal di daerah tersebut.
- Meningkatkan pertumbuhan ekonomi: Peningkatan investasi dan lapangan kerja dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di suatu daerah.
- Meningkatkan daya saing daerah: Peningkatan infrastruktur dan pelayanan publik dapat meningkatkan daya saing daerah dalam menarik investasi dan wisatawan.
Namun, PBB juga memiliki dampak negatif, yaitu:
- Meningkatkan beban masyarakat: Bagi masyarakat yang memiliki aset, PBB dapat menjadi beban tambahan yang harus dibayarkan.
- Mempengaruhi harga tanah dan properti: Peningkatan PBB dapat mempengaruhi harga tanah dan properti di suatu daerah.
Dampak PBB terhadap Pembangunan Infrastruktur
PBB memiliki peran penting dalam pembangunan infrastruktur di suatu daerah. Berikut beberapa contohnya:
- Pembangunan jalan dan jembatan: PBB dapat digunakan untuk membangun jalan dan jembatan yang menghubungkan antar wilayah, sehingga meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas masyarakat.
- Pembangunan fasilitas umum: PBB dapat digunakan untuk membangun fasilitas umum seperti taman, pasar, dan tempat ibadah yang bermanfaat bagi masyarakat.
- Pembangunan sistem irigasi: PBB dapat digunakan untuk membangun sistem irigasi yang meningkatkan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan.
PBB untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
PBB dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program pembangunan. Contohnya:
- Program pendidikan: PBB dapat digunakan untuk membiayai program pendidikan, seperti pembangunan sekolah, pelatihan guru, dan beasiswa.
- Program kesehatan: PBB dapat digunakan untuk membiayai program kesehatan, seperti pembangunan puskesmas, penyediaan tenaga medis, dan program imunisasi.
- Program sosial: PBB dapat digunakan untuk membiayai program sosial, seperti bantuan bagi kaum miskin, penyandang disabilitas, dan korban bencana alam.
Pemungkas

Dengan memahami PBB secara menyeluruh, diharapkan kita dapat berperan aktif dalam menjalankan kewajiban perpajakan dan mendukung pembangunan di Indonesia. PBB bukan hanya kewajiban, tetapi juga investasi untuk masa depan yang lebih baik. Melalui pembayaran PBB, kita turut serta membangun infrastruktur, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mewujudkan Indonesia yang lebih maju.
Tanya Jawab Umum
Bagaimana cara mengetahui besaran PBB yang harus dibayarkan?
Besaran PBB dapat dihitung berdasarkan NJOP dan NJOP objek pajak Anda. Informasi ini biasanya tertera pada Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) yang diterbitkan oleh kantor pajak setempat.
Apa yang terjadi jika PBB tidak dibayarkan?
Jika PBB tidak dibayarkan tepat waktu, akan dikenakan sanksi berupa denda keterlambatan. Selain itu, objek pajak Anda dapat disita dan dilelang untuk menutupi tunggakan PBB.
Dimana saya bisa mendapatkan informasi lebih lanjut tentang PBB?
Anda dapat mengunjungi kantor pajak setempat, website resmi Direktorat Jenderal Pajak (DJP), atau menghubungi call center DJP untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

