Pintu bangunan lawang sewu – Lawang Sewu, bangunan megah dengan ribuan pintu di Semarang, menyimpan sejarah panjang dan misteri yang memikat. Nama “Lawang Sewu” sendiri, yang berarti “seribu pintu”, sudah cukup untuk membangkitkan rasa penasaran. Bangunan ini menjadi saksi bisu era kolonial Belanda, menyimpan cerita tentang pergerakan nasional, dan kini menjelma menjadi destinasi wisata yang populer.
Di balik arsitektur megahnya, Lawang Sewu menyimpan kisah-kisah mencekam dan legenda mistis yang terus beredar di masyarakat. Dari cerita hantu hingga kejadian aneh yang pernah dialami pengunjung, Lawang Sewu menjadi salah satu tempat paling berhantu di Indonesia.
Sejarah Lawang Sewu

Lawang Sewu, yang berarti “seribu pintu” dalam bahasa Jawa, adalah sebuah bangunan monumental yang berdiri megah di jantung Kota Semarang. Bangunan ini merupakan saksi bisu sejarah kolonial Belanda di Indonesia, menyimpan kisah-kisah menarik dari masa lampau hingga saat ini. Sejarah Lawang Sewu dimulai pada akhir abad ke-19, saat Belanda menguasai Indonesia.
Pembangunan Lawang Sewu
Lawang Sewu dibangun pada tahun 1904 oleh perusahaan kereta api Belanda, Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS). Arsitektur bangunan ini merupakan perpaduan gaya arsitektur Eropa dan Asia, dengan dominasi gaya arsitektur Belanda. Bangunan ini dirancang oleh arsitek Belanda, J.F. Klinkhamer, yang terkenal dengan karyanya yang menggabungkan elemen-elemen tradisional Jawa dengan sentuhan modern.
Peran Lawang Sewu dalam Sejarah Kolonial Belanda
Lawang Sewu menjadi pusat kegiatan penting bagi perusahaan kereta api Belanda. Bangunan ini berfungsi sebagai kantor pusat NIS, serta tempat penyimpanan arsip, loket tiket, dan ruang tunggu penumpang. Lawang Sewu juga memiliki peran strategis dalam sistem transportasi di Jawa, menghubungkan berbagai wilayah dan mendukung kegiatan ekonomi kolonial Belanda.
Kisah Menarik Lawang Sewu
Lawang Sewu menyimpan banyak kisah menarik selama masa penjajahan dan pasca kemerdekaan Indonesia.
- Pada masa penjajahan, Lawang Sewu menjadi tempat berlangsungnya berbagai peristiwa penting, seperti pertemuan para petinggi Belanda, penyimpanan harta benda, dan penyiksaan terhadap para pejuang kemerdekaan.
- Pasca kemerdekaan, Lawang Sewu digunakan oleh berbagai instansi pemerintah, seperti Kementerian Perhubungan dan Perusahaan Kereta Api Indonesia (KAI).
- Lawang Sewu juga menjadi saksi bisu berbagai peristiwa penting dalam sejarah Indonesia, seperti peristiwa 1965 dan era reformasi.
Timeline Penting dalam Sejarah Lawang Sewu
| Tahun | Kejadian |
|---|---|
| 1904 | Pembangunan Lawang Sewu dimulai. |
| 1907 | Lawang Sewu selesai dibangun dan mulai beroperasi sebagai kantor pusat NIS. |
| 1945 | Indonesia merdeka, Lawang Sewu diambil alih oleh pemerintah Indonesia. |
| 1965 | Lawang Sewu menjadi tempat penyiksaan para tahanan politik selama peristiwa 1965. |
| 1990-an | Lawang Sewu mulai mengalami kerusakan dan dibiarkan terbengkalai. |
| 2000-an | Lawang Sewu direnovasi dan dibuka untuk umum sebagai objek wisata sejarah. |
| Saat ini | Lawang Sewu menjadi salah satu objek wisata sejarah yang populer di Indonesia. |
Arsitektur Lawang Sewu

Lawang Sewu, yang berarti “Seribu Pintu” dalam bahasa Jawa, merupakan bangunan bersejarah yang menyimpan jejak masa kolonial Belanda di Semarang. Bangunan ini merupakan contoh arsitektur kolonial yang memadukan berbagai gaya arsitektur Eropa, dengan sentuhan lokal yang unik. Arsitektur Lawang Sewu tidak hanya menonjolkan keindahan estetika, tetapi juga mencerminkan fungsi dan peran bangunan sebagai pusat administrasi dan perkantoran pada masa itu.
Gaya Arsitektur Lawang Sewu
Lawang Sewu dibangun dengan mengadopsi gaya arsitektur Indische Empire, sebuah gaya arsitektur yang populer di Hindia Belanda pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Gaya ini merupakan perpaduan antara arsitektur Eropa klasik, khususnya gaya Renaisans dan Neo-klasik, dengan elemen-elemen arsitektur lokal.
Ciri Khas Arsitektur Lawang Sewu
Beberapa ciri khas arsitektur Lawang Sewu yang membedakannya dari bangunan kolonial lainnya antara lain:
- Bentuk bangunan yang simetris dan monumental, dengan fasad depan yang menonjolkan elemen-elemen klasik seperti pilar-pilar tinggi, lengkungan, dan ornamen-ornamen dekoratif.
- Penggunaan atap limasan dengan pelengkap atap berbentuk kubah, yang memberikan kesan megah dan monumental pada bangunan.
- Banyaknya jendela dan pintu, yang memberikan kesan lapang dan cahaya alami yang melimpah di dalam bangunan.
- Dekorasi eksterior yang kaya, seperti ukiran batu, relief, dan ornamen-ornamen dekoratif lainnya, yang memberikan kesan mewah dan elegan.
Material Bangunan Lawang Sewu
Lawang Sewu dibangun dengan menggunakan material-material berkualitas tinggi yang mencerminkan kemewahan dan ketahanan bangunan. Material yang digunakan antara lain:
- Batu bata merah, yang digunakan sebagai material utama untuk dinding bangunan. Batu bata ini diproduksi secara lokal dan memberikan kesan kokoh dan tahan lama.
- Batu alam, seperti batu andesit dan batu marmer, yang digunakan untuk dekorasi eksterior dan interior bangunan. Batu alam ini memberikan kesan mewah dan elegan, serta menonjolkan keindahan arsitektur bangunan.
- Kayu jati, yang digunakan untuk kusen jendela dan pintu, serta untuk beberapa bagian interior bangunan. Kayu jati ini terkenal dengan kualitasnya yang kuat dan tahan lama, serta memberikan kesan hangat dan alami.
- Besi tempa, yang digunakan untuk pagar, balkon, dan beberapa bagian interior bangunan. Besi tempa ini memberikan kesan kokoh dan elegan, serta menonjolkan detail arsitektur bangunan.
Detail Arsitektur Lawang Sewu
Arsitektur Lawang Sewu menyimpan banyak detail menarik yang mencerminkan keunikan bangunan ini. Beberapa detail menarik tersebut antara lain:
- Pintu masuk utama, yang dihiasi dengan pilar-pilar tinggi dan lengkungan megah, memberikan kesan monumental dan megah.
- Jendela-jendela besar, yang dihiasi dengan kisi-kisi dan kaca patri, memberikan kesan lapang dan cahaya alami yang melimpah di dalam bangunan.
- Ornamen-ornamen dekoratif, seperti ukiran batu, relief, dan patung, yang menghiasi dinding, pilar, dan langit-langit bangunan, memberikan kesan mewah dan elegan.
- Tangga melingkar, yang menghubungkan lantai atas dan bawah, memberikan kesan dramatis dan megah.
- Ruang-ruang interior, yang dihiasi dengan plafon tinggi, jendela-jendela besar, dan lantai kayu yang berkilau, memberikan kesan mewah dan nyaman.
Misteri Lawang Sewu

Lawang Sewu, yang berarti “Seribu Pintu” dalam bahasa Jawa, bukan hanya sebuah bangunan bersejarah dengan arsitektur megah, tetapi juga dibalut dengan misteri dan legenda yang membuatnya terkenal sebagai salah satu tempat paling berhantu di Indonesia. Bangunan yang dibangun pada masa kolonial Belanda ini menyimpan kisah-kisah kelam dan kejadian-kejadian aneh yang terus beredar dari generasi ke generasi.
Legenda dan Mitos Lawang Sewu
Banyak legenda dan mitos yang berkembang seputar Lawang Sewu, sebagian besar dihubungkan dengan masa lalu yang penuh gejolak. Salah satu legenda yang terkenal adalah kisah tentang seorang wanita Belanda yang tewas di dalam bangunan dan arwahnya bergentayangan hingga kini. Konon, wanita ini dibunuh oleh kekasihnya sendiri karena cemburu, dan kematiannya yang tragis membuatnya terikat dengan Lawang Sewu.
Mitos lain menceritakan tentang para pekerja yang meninggal dunia saat membangun Lawang Sewu. Dikatakan bahwa para pekerja ini dianiaya oleh para mandor Belanda dan meninggal dalam kondisi mengenaskan. Arwah mereka yang tak tenang dikabarkan masih bergentayangan di sekitar bangunan, mencari keadilan.
Kisah Horor di Lawang Sewu
Kisah-kisah horor tentang Lawang Sewu tak hanya sebatas legenda. Banyak orang yang mengaku mengalami kejadian aneh saat berkunjung ke bangunan ini. Mulai dari mendengar suara-suara aneh, melihat penampakan, hingga merasakan hawa dingin yang menusuk tulang.
- Banyak pengunjung yang mengaku mendengar suara tangisan anak kecil, langkah kaki, dan bisikan-bisikan di lorong-lorong Lawang Sewu. Bahkan, ada yang mengaku melihat penampakan sosok wanita berbaju putih dan pria berjanggut panjang di beberapa ruangan.
- Suasana di Lawang Sewu seringkali terasa mencekam. Beberapa pengunjung merasakan hawa dingin yang menusuk tulang, meskipun cuaca di luar sedang panas. Suasana ini semakin terasa di ruangan-ruangan tertentu, seperti ruang bawah tanah dan ruang penjara.
“Saat saya mengunjungi Lawang Sewu, saya merasakan hawa dingin yang menusuk tulang di ruang bawah tanah. Rasanya seperti ada sesuatu yang sedang mengawasi saya. Saya juga mendengar suara tangisan anak kecil yang membuat bulu kuduk saya merinding.”
[Nama Pengunjung]
Mengapa Lawang Sewu Menjadi Tempat Berhantu?
Lawang Sewu menjadi salah satu tempat paling berhantu di Indonesia karena beberapa faktor. Pertama, bangunan ini memiliki sejarah kelam yang dipenuhi dengan kisah-kisah kekerasan dan kematian. Kekejaman para penjajah Belanda terhadap rakyat Indonesia, termasuk para pekerja yang membangun Lawang Sewu, meninggalkan jejak energi negatif yang kuat.
Kedua, arsitektur Lawang Sewu yang megah dan rumit menciptakan banyak ruangan tersembunyi dan lorong-lorong gelap. Tempat-tempat ini menjadi tempat yang ideal bagi arwah untuk bersembunyi dan bergentayangan. Ketiga, Lawang Sewu merupakan bangunan tua yang menyimpan banyak energi dan aura mistis.
Energi-energi ini dapat menarik dan mengumpulkan arwah-arwah yang tak tenang.
Lawang Sewu dalam Budaya Populer: Pintu Bangunan Lawang Sewu

Lawang Sewu, dengan sejarahnya yang kaya dan arsitektur yang megah, telah menjadi sumber inspirasi bagi para seniman dan pembuat cerita di berbagai bidang. Bangunan bersejarah ini telah menjadi latar cerita dalam film, novel, dan karya seni lainnya, yang mengukuhkannya sebagai simbol budaya Jawa dan sejarah Indonesia.
Lawang Sewu tidak hanya menjadi tempat bersejarah, tetapi juga menjadi sumber inspirasi yang tak habis-habisnya dalam dunia budaya populer.
Pengaruh Lawang Sewu dalam Film
Lawang Sewu telah menjadi latar belakang dalam berbagai film, baik film horor, drama, maupun film sejarah. Pengaruhnya yang kuat dalam film horor mungkin yang paling menonjol, dengan banyak film yang memanfaatkan aura mistis yang menyelimuti bangunan ini. Film-film seperti “Lawang Sewu” (2007) dan “The Conjuring 2” (2016) menampilkan Lawang Sewu sebagai lokasi utama, dan berhasil menciptakan suasana mencekam dan misterius.
- Film “Lawang Sewu” (2007) merupakan salah satu contoh yang menggambarkan Lawang Sewu sebagai tempat berhantu, dengan cerita yang mengisahkan tentang teror yang dialami oleh sekelompok mahasiswa yang menjelajahi bangunan ini. Film ini berhasil menciptakan suasana mencekam dengan memanfaatkan latar belakang Lawang Sewu yang penuh misteri.
- Dalam film “The Conjuring 2” (2016), Lawang Sewu menjadi lokasi utama dalam film yang mengisahkan tentang teror hantu di Enfield, Inggris. Film ini menggunakan visual Lawang Sewu sebagai latar belakang rumah keluarga Hodgson, yang memberikan sentuhan budaya Indonesia dalam cerita film Hollywood.
Pintu Lawang Sewu memang ikonik, dengan ukirannya yang rumit dan nuansa sejarahnya yang kental. Tapi, jika kita bicara soal bangunan yang menjulang tinggi, Lawang Sewu kalah telak dengan bangunan tinggi modern yang mencakar langit. Meskipun begitu, Lawang Sewu tetap menyimpan pesonanya sendiri, terutama dengan detail pintu-pintunya yang mencerminkan kejayaan masa lampau.
Lawang Sewu dalam Novel
Selain dalam film, Lawang Sewu juga menjadi inspirasi bagi para penulis dalam menghasilkan karya sastra, khususnya novel. Novel-novel dengan latar belakang Lawang Sewu seringkali mengisahkan tentang misteri, horor, dan sejarah. Penulis memanfaatkan aura mistis yang menyelimuti bangunan ini untuk menciptakan cerita yang menarik dan menegangkan.
- Novel “Lawang Sewu” karya Risa Saraswati merupakan salah satu contoh yang menggambarkan Lawang Sewu sebagai tempat berhantu dengan cerita yang mengisahkan tentang pengalaman supranatural yang dialami oleh sekelompok remaja. Novel ini berhasil menciptakan suasana mencekam dan misterius dengan memanfaatkan latar belakang Lawang Sewu yang penuh misteri.
- Novel “Hantu Lawang Sewu” karya Danarto merupakan contoh lain yang menampilkan Lawang Sewu sebagai tempat berhantu. Novel ini mengisahkan tentang teror yang dialami oleh sekelompok orang yang memasuki bangunan ini, dan berhasil menciptakan cerita yang menegangkan dengan memanfaatkan latar belakang Lawang Sewu yang penuh dengan misteri.
Lawang Sewu dalam Karya Seni Lainnya
Selain film dan novel, Lawang Sewu juga menjadi inspirasi dalam berbagai karya seni lainnya, seperti lukisan, musik, dan teater. Para seniman memanfaatkan arsitektur yang megah dan sejarah yang kaya dari Lawang Sewu untuk menciptakan karya seni yang penuh makna dan estetika.
- Lukisan “Lawang Sewu” karya Affandi merupakan salah satu contoh yang menggambarkan keindahan arsitektur Lawang Sewu. Lukisan ini menampilkan detail bangunan dengan gaya khas Affandi yang realistis dan ekspresif.
- Lagu “Lawang Sewu” karya Iwan Fals merupakan salah satu contoh yang menggambarkan Lawang Sewu sebagai simbol sejarah Indonesia. Lirik lagu ini menceritakan tentang perjuangan dan pengorbanan yang terjadi di masa lampau, dengan latar belakang Lawang Sewu sebagai saksi bisu.
Tabel Daftar Film, Novel, dan Karya Seni Lainnya yang Menampilkan Lawang Sewu
| Judul | Jenis Karya | Tahun | Keterangan |
|---|---|---|---|
| Lawang Sewu | Film | 2007 | Film horor yang mengisahkan tentang teror yang dialami oleh sekelompok mahasiswa yang menjelajahi Lawang Sewu. |
| The Conjuring 2 | Film | 2016 | Film horor yang menggunakan visual Lawang Sewu sebagai latar belakang rumah keluarga Hodgson. |
| Lawang Sewu | Novel | 2012 | Novel horor yang mengisahkan tentang pengalaman supranatural yang dialami oleh sekelompok remaja di Lawang Sewu. |
| Hantu Lawang Sewu | Novel | 1980 | Novel horor yang mengisahkan tentang teror yang dialami oleh sekelompok orang yang memasuki Lawang Sewu. |
| Lawang Sewu | Lukisan | 1970 | Lukisan yang menampilkan detail bangunan Lawang Sewu dengan gaya khas Affandi yang realistis dan ekspresif. |
| Lawang Sewu | Lagu | 1980 | Lagu yang menceritakan tentang perjuangan dan pengorbanan yang terjadi di masa lampau, dengan latar belakang Lawang Sewu sebagai saksi bisu. |
Lawang Sewu sebagai Destinasi Wisata

Lawang Sewu, bangunan bersejarah di Semarang, Jawa Tengah, telah menjelma menjadi destinasi wisata yang populer. Keindahan arsitektur kolonial Belanda yang megah dan aura mistis yang menyelimuti bangunan ini menjadi daya tarik utama bagi wisatawan. Tak hanya itu, Lawang Sewu juga menyimpan banyak cerita dan kisah menarik yang menambah nilai historis dan budaya tempat ini.
Pintu-pintu Lawang Sewu, dengan ukirannya yang rumit dan materialnya yang kokoh, mungkin tampak seperti sebuah portal menuju masa lampau. Membayangkan membangun kembali bangunan megah seperti itu tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit, dan untuk mendapatkan gambaran kasarnya, kita bisa melihat harga borong bangunan per meter persegi.
Meskipun tidak dapat dibandingkan secara langsung, melihat angka-angka tersebut memberi kita gambaran betapa mahalnya bangunan bersejarah seperti Lawang Sewu.
Alasan Lawang Sewu Menjadi Objek Wisata Populer
Lawang Sewu memiliki beberapa alasan kuat yang membuatnya menjadi objek wisata populer. Berikut beberapa di antaranya:
- Arsitektur Kolonial yang Megah: Lawang Sewu memiliki arsitektur kolonial Belanda yang khas, dengan detail dan ornamen yang rumit. Bangunan ini memiliki banyak ruangan, lorong, dan tangga yang menarik untuk dijelajahi. Keindahan arsitektur ini menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang ingin merasakan nuansa kolonial.
- Aura Mistis yang Menyelimuti: Lawang Sewu memiliki aura mistis yang kuat. Konon, bangunan ini menyimpan banyak cerita dan legenda tentang hantu dan makhluk halus. Hal ini membuat Lawang Sewu menjadi tempat yang menarik bagi para penggemar wisata mistis.
- Nilai Historis dan Budaya yang Tinggi: Lawang Sewu memiliki nilai historis dan budaya yang tinggi. Bangunan ini pernah menjadi kantor pusat perusahaan kereta api Belanda, dan telah menyaksikan berbagai peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Hal ini membuat Lawang Sewu menjadi tempat yang menarik bagi wisatawan yang ingin mempelajari sejarah dan budaya Indonesia.
- Fasilitas dan Aktivitas yang Lengkap: Lawang Sewu menyediakan berbagai fasilitas dan aktivitas yang menarik bagi wisatawan. Di sini, wisatawan dapat menjelajahi berbagai ruangan dan lorong, mengikuti tur sejarah, atau menikmati berbagai wahana dan pertunjukan. Lawang Sewu juga memiliki museum yang menyimpan berbagai koleksi artefak dan benda-benda bersejarah.
Pintu-pintu bangunan Lawang Sewu memang memiliki desain yang unik dan bersejarah. Kalian pasti penasaran kan dari mana kayu-kayu itu berasal? Nah, mungkin saja kayu-kayu itu dibeli dari toko bangunan Indramayu yang terkenal dengan kualitas kayunya yang bagus. Meskipun Lawang Sewu dibangun jauh sebelum toko bangunan Indramayu berdiri, tapi bisa jadi toko bangunan Indramayu memiliki sejarah panjang dalam menyediakan bahan bangunan berkualitas, termasuk kayu yang mungkin digunakan untuk pintu-pintu bangunan Lawang Sewu.
Kegiatan yang Dapat Dilakukan Wisatawan di Lawang Sewu
Di Lawang Sewu, wisatawan dapat menikmati berbagai kegiatan menarik. Berikut beberapa kegiatan yang dapat dilakukan di Lawang Sewu:
- Menjelajahi Bangunan: Wisatawan dapat menjelajahi berbagai ruangan dan lorong di Lawang Sewu. Di sini, wisatawan dapat merasakan atmosfer bangunan bersejarah dan menikmati keindahan arsitektur kolonialnya.
- Mengikuti Tur Sejarah: Lawang Sewu menyediakan tur sejarah yang dipandu oleh pemandu wisata berpengalaman. Tur ini akan memberikan informasi tentang sejarah dan cerita di balik Lawang Sewu.
- Menikmati Wahana dan Pertunjukan: Lawang Sewu juga memiliki berbagai wahana dan pertunjukan yang menarik, seperti wahana kereta api mini, pertunjukan musik, dan pertunjukan seni.
- Berfoto di Spot Instagramable: Lawang Sewu memiliki banyak spot instagramable, seperti lorong-lorong yang indah, ruangan dengan arsitektur unik, dan taman yang asri.
- Berbelanja di Toko Cinderamata: Lawang Sewu juga memiliki toko cinderamata yang menjual berbagai macam souvenir dan produk khas Semarang.
Jam Operasional dan Biaya Masuk Lawang Sewu, Pintu bangunan lawang sewu
Lawang Sewu buka setiap hari untuk umum. Berikut jam operasional dan biaya masuk Lawang Sewu:
| Hari | Jam Operasional | Biaya Masuk |
|---|---|---|
Senin
|
08.00
|
Rp 25.000,- (dewasa)Rp 15.000,- (anak-anak) |
Pemandangan Indah Lawang Sewu dari Berbagai Sudut
Lawang Sewu memiliki pemandangan yang indah dari berbagai sudut. Berikut beberapa sudut yang menampilkan keindahan Lawang Sewu:
- Dari Depan Gerbang Utama: Gerbang utama Lawang Sewu dengan desain kolonial yang megah, dihiasi dengan ornamen dan ukiran yang indah, menjadi pemandangan yang menawan.
- Dari Taman Lawang Sewu: Taman Lawang Sewu yang hijau dan asri, dengan pohon-pohon rindang dan bunga-bunga yang berwarna-warni, menjadi latar belakang yang indah untuk Lawang Sewu.
- Dari Sudut Lorong: Lorong-lorong di Lawang Sewu memiliki arsitektur yang unik, dengan jendela-jendela besar dan langit-langit yang tinggi.
- Dari Menara Jam: Menara jam Lawang Sewu yang menjulang tinggi, memberikan pemandangan kota Semarang yang indah dari atas.
Ulasan Penutup

Lawang Sewu adalah bukti nyata sejarah dan budaya Indonesia. Keindahan arsitekturnya, kisah-kisah mistisnya, dan perannya dalam perjalanan bangsa membuat bangunan ini terus menarik perhatian. Baik sebagai tempat wisata, situs sejarah, atau objek penelitian, Lawang Sewu tetap menjadi simbol kota Semarang dan menawarkan pengalaman yang unik bagi setiap pengunjung.
Informasi Penting & FAQ
Apakah Lawang Sewu benar-benar berhantu?
Banyak cerita tentang kejadian aneh di Lawang Sewu, namun kebenarannya masih diperdebatkan. Beberapa orang percaya, sementara yang lain menganggapnya sebagai mitos.
Siapa arsitek Lawang Sewu?
Arsitek Lawang Sewu adalah J.F. Klinkhamer, seorang arsitek Belanda yang juga mendesain beberapa bangunan penting di Semarang.
Apa saja yang bisa dilakukan di Lawang Sewu?
Pengunjung dapat menjelajahi bangunan, mengikuti tur sejarah, menikmati pameran, dan merasakan suasana mistis Lawang Sewu.

