Desain rumah belanda tempo dulu – Rumah Belanda tempo dulu, dengan arsitektur khasnya yang menawan, merupakan bukti nyata perpaduan budaya dan sejarah di Indonesia. Keberadaannya tidak hanya menorehkan jejak masa lampau, tetapi juga menginspirasi desain arsitektur modern hingga saat ini.
Memiliki ciri khas tersendiri, rumah Belanda tempo dulu memiliki desain yang unik, memadukan unsur tradisional Indonesia dengan sentuhan Eropa. Mulai dari bentuk atap yang menjulang tinggi hingga penggunaan material kayu yang kokoh, setiap detailnya menyimpan cerita dan nilai estetika yang tinggi.
Sejarah dan Asal Usul

Arsitektur rumah Belanda tempo dulu di Indonesia merupakan warisan sejarah yang kaya, mencerminkan perpaduan budaya dan pengaruh kolonial. Rumah-rumah ini dibangun pada masa penjajahan Belanda, dengan ciri khas yang unik dan menggabungkan elemen-elemen arsitektur tradisional Indonesia.
Perkembangan Arsitektur Rumah Belanda Tempo Dulu
Perkembangan arsitektur rumah Belanda tempo dulu di Indonesia dapat dibagi menjadi beberapa periode, masing-masing dengan pengaruh dan ciri khasnya sendiri. Berikut adalah beberapa periode penting:
- Periode Awal (abad ke-17- 18): Pada periode ini, rumah-rumah Belanda di Indonesia masih sederhana dan cenderung mengikuti gaya arsitektur Eropa, dengan penggunaan bahan-bahan lokal seperti kayu dan bambu. Contohnya adalah rumah-rumah di Batavia (Jakarta) yang dibangun oleh VOC.
- Periode Klasik (abad ke-19):Periode ini ditandai dengan pengaruh arsitektur klasik Eropa, terutama gaya arsitektur Belanda yang dikenal dengan nama “Neoklasik”. Rumah-rumah pada periode ini memiliki ciri khas seperti fasad simetris, kolom-kolom, dan atap pelana.
- Periode Kolonial (abad ke-20):Periode ini menandai puncak perkembangan arsitektur rumah Belanda di Indonesia. Gaya arsitektur pada periode ini lebih beragam, mulai dari gaya Art Deco hingga gaya modern. Penggunaan bahan-bahan bangunan seperti batu bata, beton, dan kaca semakin banyak digunakan.
Pengaruh dan Tokoh Penting
Arsitektur rumah Belanda tempo dulu di Indonesia dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti:
- Arsitektur Eropa:Arsitektur Eropa, terutama Belanda, memiliki pengaruh yang kuat pada perkembangan arsitektur rumah Belanda tempo dulu di Indonesia. Gaya arsitektur seperti Neoklasik, Art Deco, dan Modern banyak diadopsi dan diadaptasi.
- Arsitektur Tradisional Indonesia:Arsitektur tradisional Indonesia juga memberikan pengaruh yang signifikan, terutama pada penggunaan bahan-bahan lokal, tata letak ruangan, dan bentuk atap.
- Iklim Tropis:Iklim tropis Indonesia juga memengaruhi desain rumah, seperti penggunaan ventilasi yang baik, atap yang tinggi, dan teras yang luas.
Beberapa tokoh penting yang berperan dalam perkembangan arsitektur rumah Belanda tempo dulu di Indonesia, antara lain:
- Herman Thomas Karsten:Seorang arsitek Belanda yang dikenal dengan karya-karyanya seperti Gedung Bank Indonesia (dulu De Javasche Bank) dan Gedung Kantor Pos Besar Jakarta.
- Charles Prosper Wolff Schoemaker:Seorang arsitek Belanda yang dikenal dengan karya-karyanya seperti Istana Presiden Bogor dan Museum Nasional Indonesia.
- Thomas Karsten:Seorang arsitek Belanda yang dikenal dengan karya-karyanya seperti Gedung Perpustakaan Nasional dan Gedung Kementerian Keuangan.
Perbedaan Ciri Khas Arsitektur
Berikut adalah tabel yang membandingkan ciri khas arsitektur rumah Belanda tempo dulu dengan arsitektur tradisional Indonesia:
| Ciri Khas | Rumah Belanda Tempo Dulu | Rumah Tradisional Indonesia |
|---|---|---|
| Bentuk Atap | Atap pelana, atap mansard, atap limasan | Atap joglo, atap tumpang, atap limas |
| Fasad | Simetris, penggunaan kolom, jendela kaca besar | Asymmetrical, penggunaan ukiran kayu, jendela kecil |
| Tata Letak Ruangan | Ruangan terstruktur, ruang tamu besar, ruang makan terpisah | Ruangan terintegrasi, ruang serbaguna, ruang keluarga di tengah |
| Bahan Bangunan | Batu bata, beton, kaca, kayu | Kayu, bambu, batu bata, tanah liat |
Contoh Gambar Rumah Belanda Tempo Dulu
Berikut adalah beberapa contoh gambar rumah Belanda tempo dulu di Indonesia, dengan keterangan tahun pembangunan dan lokasi:
- Rumah di Jalan Braga, Bandung (tahun 1920-an):Rumah ini merupakan contoh arsitektur rumah Belanda tempo dulu dengan gaya Art Deco. Rumah ini memiliki fasad yang simetris, jendela kaca besar, dan balkon yang luas.
- Rumah di Jalan Diponegoro, Semarang (tahun 1930-an):Rumah ini merupakan contoh arsitektur rumah Belanda tempo dulu dengan gaya modern. Rumah ini memiliki fasad yang sederhana, penggunaan beton dan kaca, serta taman yang luas.
- Rumah di Jalan HOS Cokroaminoto, Jakarta (tahun 1940-an):Rumah ini merupakan contoh arsitektur rumah Belanda tempo dulu dengan gaya kolonial. Rumah ini memiliki fasad yang klasik, penggunaan batu bata dan kayu, serta teras yang luas.
Ciri Khas Arsitektur

Rumah Belanda tempo dulu memiliki ciri khas arsitektur yang unik dan menawan. Arsitektur ini merupakan perpaduan budaya Eropa dan lokal, yang menghasilkan gaya arsitektur yang khas dan mudah dikenali. Ciri khas arsitektur rumah Belanda tempo dulu dapat dilihat dari berbagai aspek, mulai dari bentuk atap, jendela, pintu, hingga material bangunan yang digunakan.
Bentuk Atap
Bentuk atap rumah Belanda tempo dulu umumnya berbentuk pelana atau perisai. Atap pelana memiliki dua bidang miring yang bertemu di puncak, sedangkan atap perisai memiliki bentuk segitiga yang lebih menonjol. Bentuk atap ini berfungsi untuk mengalirkan air hujan dengan baik dan melindungi penghuni dari terik matahari.
Jendela dan Pintu
Jendela dan pintu pada rumah Belanda tempo dulu biasanya memiliki bentuk persegi panjang dengan kusen kayu yang kokoh. Jendela seringkali dilengkapi dengan daun jendela yang dapat dibuka dan ditutup. Daun jendela ini berfungsi untuk mengatur cahaya dan udara yang masuk ke dalam ruangan.
Desain rumah Belanda tempo dulu terkenal dengan arsitekturnya yang unik dan kokoh. Salah satu ciri khasnya adalah penggunaan material kayu jati yang berkualitas tinggi. Untuk membangun rumah bergaya Belanda seperti ini, kamu bisa mencari berbagai macam bahan bangunan di Pontianak, seperti kayu jati, batu bata, dan genteng.
Distributor bahan bangunan Pontianak bisa menjadi pilihan yang tepat untuk memenuhi kebutuhanmu. Dengan bahan bangunan yang tepat, kamu bisa menghadirkan nuansa klasik dan elegan ala rumah Belanda di hunianmu.
Pintu rumah Belanda tempo dulu juga memiliki ciri khas tersendiri, yaitu seringkali dilengkapi dengan ukiran atau ornamen yang rumit.
Material Bangunan
Material bangunan yang digunakan untuk membangun rumah Belanda tempo dulu umumnya adalah kayu, batu bata, dan bambu. Kayu digunakan untuk membuat rangka, kusen, dan lantai, sedangkan batu bata digunakan untuk membangun dinding dan tembok. Bambu digunakan untuk membuat atap dan dinding rumah.
Penggunaan material alam ini menjadikan rumah Belanda tempo dulu terasa sejuk dan nyaman.
Tabel Ciri Khas Arsitektur Rumah Belanda Tempo Dulu
Berikut tabel yang merangkum ciri khas arsitektur rumah Belanda tempo dulu berdasarkan fungsi ruangan:
| Fungsi Ruangan | Ciri Khas Arsitektur |
|---|---|
| Ruang Tamu | Beranda yang luas, jendela besar, langit-langit tinggi, dan perabotan kayu yang klasik. |
| Ruang Makan | Meja makan besar yang terbuat dari kayu, kursi kayu yang nyaman, dan jendela yang menghadap taman. |
| Kamar Tidur | Kamar tidur yang sederhana dengan ranjang kayu, lemari kayu, dan jendela kecil. |
| Dapur | Dapur yang sederhana dengan kompor kayu, wastafel, dan lemari penyimpanan. |
| Kamar Mandi | Kamar mandi yang sederhana dengan toilet, wastafel, dan bak mandi. |
Contoh Gambar Detail Arsitektur
Berikut beberapa contoh gambar detail arsitektur rumah Belanda tempo dulu:
-
Balkon
Balkon rumah Belanda tempo dulu biasanya terbuat dari kayu dan memiliki bentuk yang sederhana. Balkon ini seringkali digunakan sebagai tempat bersantai atau menikmati pemandangan sekitar. Balkon juga dilengkapi dengan pagar kayu yang kokoh dan indah.
-
Teras
Teras rumah Belanda tempo dulu biasanya terbuat dari batu bata atau kayu dan memiliki bentuk yang luas. Teras ini seringkali digunakan sebagai tempat berkumpul keluarga atau menerima tamu. Teras juga dilengkapi dengan tanaman hijau yang indah dan menyejukkan.
-
Taman
Taman rumah Belanda tempo dulu biasanya dipenuhi dengan tanaman hijau, bunga, dan pohon. Taman ini berfungsi sebagai tempat rekreasi dan memberikan suasana yang sejuk dan asri. Taman juga dilengkapi dengan kolam ikan atau air mancur yang menambah keindahan dan kesejukan.
Tata Letak dan Fungsi Ruangan

Rumah Belanda tempo dulu dikenal dengan tata letak ruangan yang khas, mencerminkan gaya hidup dan nilai-nilai masyarakat pada masa itu. Tata letak ruangan ini didesain untuk memaksimalkan penggunaan ruang, menciptakan suasana nyaman, dan menjaga privasi penghuni.
Desain rumah Belanda tempo dulu punya ciri khas yang unik, dengan penggunaan material kayu dan bentuk arsitektur yang kokoh. Jika kamu tertarik untuk mendesain rumah dengan sentuhan klasik seperti itu, apk desain rumah bisa membantumu. Aplikasi ini menyediakan beragam pilihan desain, termasuk yang terinspirasi dari gaya arsitektur Belanda, sehingga kamu bisa menciptakan rumah impian dengan sentuhan sejarah yang elegan.
Tata Letak Ruangan
Secara umum, rumah Belanda tempo dulu memiliki tata letak ruangan yang terstruktur dan fungsional. Berikut adalah gambaran umum tata letak ruangan yang umum ditemukan:
- Ruang Tamu: Ruang tamu biasanya terletak di bagian depan rumah, berfungsi sebagai ruang penerima tamu dan tempat berkumpul keluarga. Ruang tamu ini seringkali dilengkapi dengan perabotan klasik seperti sofa kulit, meja kopi, dan rak buku.
- Ruang Keluarga: Ruang keluarga biasanya terletak di bagian belakang rumah, berfungsi sebagai ruang santai dan berkumpul keluarga. Ruang ini seringkali dilengkapi dengan perabotan yang nyaman seperti sofa empuk, televisi, dan meja makan kecil.
- Ruang Makan: Ruang makan biasanya terletak di dekat dapur, berfungsi sebagai tempat makan keluarga. Ruang makan ini seringkali dilengkapi dengan meja makan kayu yang besar dan kursi-kursi yang nyaman.
- Kamar Tidur: Kamar tidur biasanya terletak di lantai atas, berfungsi sebagai tempat istirahat dan privasi penghuni. Kamar tidur ini seringkali dilengkapi dengan tempat tidur yang nyaman, lemari pakaian, dan meja rias.
Diagram Tata Letak Ruangan
Berikut adalah diagram sederhana yang menggambarkan tata letak ruangan rumah Belanda tempo dulu:
| Ruangan | Fungsi |
|---|---|
| Ruang Tamu | Menerima tamu, berkumpul keluarga |
| Ruang Keluarga | Bersantai, berkumpul keluarga |
| Ruang Makan | Makan keluarga |
| Dapur | Memasak dan menyiapkan makanan |
| Kamar Tidur Utama | Tempat tidur dan privasi |
| Kamar Tidur Anak | Tempat tidur dan privasi |
| Kamar Mandi | Mencuci dan mandi |
Contoh Interior Rumah Belanda Tempo Dulu
Berikut adalah contoh gambar interior rumah Belanda tempo dulu yang menggambarkan fungsi dan perabotan yang khas:
Contoh interior ruang tamu rumah Belanda tempo dulu biasanya didominasi oleh warna-warna netral seperti krem, putih, dan abu-abu. Dindingnya seringkali dihiasi dengan lukisan atau foto keluarga. Perabotan yang umum ditemukan di ruang tamu adalah sofa kulit klasik, meja kopi kayu, dan rak buku yang berisi buku-buku kesukaan penghuni.
Selain itu, ruang tamu juga dilengkapi dengan permadani yang bermotif klasik dan lampu gantung yang memberikan pencahayaan yang hangat.
Contoh interior ruang makan rumah Belanda tempo dulu biasanya didominasi oleh meja makan kayu yang besar dan kursi-kursi yang nyaman. Meja makan ini seringkali dihiasi dengan taplak meja dan serbet yang bermotif klasik. Dinding ruang makan seringkali dihiasi dengan lukisan atau foto keluarga.
Selain itu, ruang makan juga dilengkapi dengan lemari penyimpanan yang berisi peralatan makan dan minuman.
Contoh interior kamar tidur rumah Belanda tempo dulu biasanya didominasi oleh tempat tidur yang nyaman dan lemari pakaian yang besar. Kamar tidur ini seringkali dilengkapi dengan meja rias yang berfungsi sebagai tempat untuk merias diri. Dinding kamar tidur seringkali dihiasi dengan lukisan atau foto keluarga.
Selain itu, kamar tidur juga dilengkapi dengan lampu tidur yang memberikan pencahayaan yang lembut.
Dekorasi dan Perabotan

Rumah Belanda tempo dulu memiliki ciri khas dekorasi dan perabotan yang mencerminkan gaya hidup dan nilai-nilai masyarakat Belanda pada masa itu. Perabotan dan aksesoris yang digunakan tidak hanya berfungsi praktis, tetapi juga sebagai pernyataan estetika dan simbol status sosial.
Furnitur Khas
Furnitur di rumah Belanda tempo dulu umumnya terbuat dari kayu yang kokoh dan berkualitas tinggi, dengan desain yang sederhana namun elegan. Beberapa furnitur khas yang sering ditemukan antara lain:
- Kabinet: Kabinet dengan pintu kaca atau kayu, digunakan untuk menyimpan barang-barang berharga, koleksi buku, atau pernak-pernik.
- Meja makan: Meja makan dengan bentuk bulat atau persegi panjang, biasanya dilengkapi dengan kursi-kursi kayu yang nyaman.
- Sofa: Sofa dengan sandaran tinggi dan pelapis kain tebal, memberikan kenyamanan saat bersantai.
- Kursi goyang: Kursi goyang dengan desain klasik, terbuat dari kayu dan sering dihiasi dengan ukiran.
- Tempat tidur: Tempat tidur dengan ranjang kayu yang kokoh, biasanya dilengkapi dengan kelambu atau selimut tebal.
Aksesoris dan Ornamen
Aksesoris dan ornamen memainkan peran penting dalam menciptakan suasana khas rumah Belanda tempo dulu. Beberapa aksesoris dan ornamen yang sering digunakan antara lain:
- Cermin: Cermin dengan bingkai kayu yang indah, berfungsi untuk mempercantik ruangan dan memberikan efek ruangan yang lebih luas.
- Lampu gantung: Lampu gantung dengan desain klasik, terbuat dari kristal atau logam, memberikan cahaya yang lembut dan romantis.
- Vas bunga: Vas bunga dengan berbagai bentuk dan ukuran, digunakan untuk menampilkan bunga segar yang menambah keharuman dan kecantikan ruangan.
- Lukisan: Lukisan dengan tema lanskap, potret, atau pemandangan laut, memberikan nuansa artistik dan estetika pada ruangan.
- Jam dinding: Jam dinding dengan desain klasik, berfungsi sebagai penunjuk waktu dan sebagai hiasan dinding.
Tabel Dekorasi dan Perabotan
Berikut adalah tabel yang merangkum jenis dekorasi dan perabotan khas rumah Belanda tempo dulu berdasarkan fungsinya:
| Fungsi | Dekorasi dan Perabotan | Keterangan |
|---|---|---|
| Penyimpanan | Kabinet, lemari, peti kayu | Untuk menyimpan barang-barang berharga, pakaian, dan perlengkapan rumah tangga |
| Makan | Meja makan, kursi, rak piring | Untuk tempat makan bersama keluarga atau tamu |
| Bersantai | Sofa, kursi goyang, kursi malas | Untuk tempat bersantai dan membaca |
| Tidur | Tempat tidur, kelambu, selimut | Untuk tempat tidur dan istirahat |
| Pencahayaan | Lampu gantung, lampu meja, lilin | Untuk memberikan cahaya di malam hari |
| Estetika | Cermin, lukisan, patung, vas bunga | Untuk mempercantik ruangan dan memberikan nuansa artistik |
Contoh Dekorasi dan Perabotan, Desain rumah belanda tempo dulu
Berikut adalah beberapa contoh gambar dekorasi dan perabotan khas rumah Belanda tempo dulu:
- Kabinet kayu dengan pintu kaca: Kabinet ini memiliki ukiran yang rumit dan pintu kaca yang menampilkan koleksi porselen atau barang-barang antik.
Gambar kabinet kayu dengan pintu kaca, dengan ukiran yang rumit dan koleksi porselen di dalamnya. Kabinet tersebut memiliki warna coklat tua dan terlihat klasik.
- Sofa dengan sandaran tinggi dan pelapis kain tebal: Sofa ini memiliki warna biru tua dan dihiasi dengan bantal-bantal bermotif bunga.
Gambar sofa dengan sandaran tinggi dan pelapis kain tebal berwarna biru tua. Sofa tersebut memiliki ukiran di bagian kaki dan dihiasi dengan bantal-bantal bermotif bunga.
- Lampu gantung kristal: Lampu gantung ini memiliki desain klasik dengan banyak kristal yang berkilauan.
Gambar lampu gantung kristal dengan desain klasik. Lampu gantung tersebut memiliki bentuk bulat dengan banyak kristal yang berkilauan.
- Lukisan pemandangan laut: Lukisan ini menampilkan pemandangan laut dengan perahu layar yang sedang berlayar.
Gambar lukisan pemandangan laut dengan perahu layar yang sedang berlayar. Lukisan tersebut memiliki warna biru dan putih yang cerah.
Adaptasi dan Modifikasi

Arsitektur rumah Belanda tempo dulu di Indonesia mengalami adaptasi dan modifikasi yang signifikan seiring berjalannya waktu. Perubahan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti iklim tropis, kebutuhan masyarakat, dan perkembangan teknologi. Adaptasi tersebut terlihat pada desain, material, dan fungsi bangunan.
Perubahan Desain
Perubahan desain rumah Belanda tempo dulu di Indonesia tampak pada penyesuaian bentuk atap, penambahan ventilasi, dan pengurangan ketinggian bangunan. Bentuk atap yang miring pada rumah Belanda asli diadaptasi menjadi atap pelana atau atap limas yang lebih sesuai dengan kondisi iklim tropis Indonesia.
Penambahan ventilasi pada dinding dan jendela bertujuan untuk meningkatkan sirkulasi udara dan mengurangi kelembaban di dalam rumah. Ketinggian bangunan juga dikurangi untuk menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia yang lebih menyukai rumah dengan skala yang lebih kecil dan sederhana.
Perubahan Material
Material bangunan yang digunakan untuk rumah Belanda tempo dulu di Indonesia juga mengalami perubahan. Penggunaan batu bata, kayu, dan genteng tanah liat yang umum pada rumah Belanda asli digantikan dengan material modern seperti beton, baja, dan kaca. Perubahan ini dipengaruhi oleh ketersediaan material, biaya, dan perkembangan teknologi konstruksi.
Material modern menawarkan keunggulan dalam segi kekuatan, ketahanan, dan estetika.
Desain rumah Belanda tempo dulu seringkali menampilkan arsitektur yang menawan dengan penggunaan material alami seperti kayu dan batu bata. Sebelum membangun rumah dengan desain tersebut, penting untuk mempertimbangkan kebutuhan dan anggaran. Nah, untuk menghitung biaya pembangunan, kamu bisa menggunakan panduan praktis yang tersedia di cara menghitung bangunan rumah.
Dengan memahami cara menghitung bangunan rumah, kamu bisa merencanakan pembangunan rumah bergaya Belanda tempo dulu dengan lebih matang dan sesuai dengan kemampuan finansial.
Perubahan Fungsi
Fungsi rumah Belanda tempo dulu di Indonesia juga mengalami perubahan. Dahulu, rumah Belanda tempo dulu berfungsi sebagai tempat tinggal bagi para pegawai pemerintahan kolonial Belanda. Namun, seiring berjalannya waktu, rumah Belanda tempo dulu diadaptasi menjadi berbagai fungsi, seperti tempat tinggal, kantor, toko, dan bahkan museum.
Perubahan fungsi ini mencerminkan dinamika sosial dan ekonomi masyarakat Indonesia.
Tabel Perbandingan
| Ciri Khas | Rumah Belanda Tempo Dulu | Adaptasi Modern |
|---|---|---|
| Bentuk Atap | Miring, dengan sudut yang curam | Pelana, limas, atau kombinasi keduanya |
| Ventilasi | Sedikit, dengan jendela kecil | Banyak, dengan jendela dan ventilasi udara yang lebih besar |
| Ketinggian Bangunan | Tinggi, dengan fondasi yang kokoh | Lebih rendah, dengan fondasi yang lebih sederhana |
| Material | Batu bata, kayu, genteng tanah liat | Beton, baja, kaca |
| Fungsi | Tempat tinggal pegawai pemerintahan kolonial | Tempat tinggal, kantor, toko, museum |
Contoh Rumah Belanda Tempo Dulu yang Telah Dimodifikasi
Salah satu contoh rumah Belanda tempo dulu yang telah dimodifikasi adalah rumah di Jalan Braga, Bandung. Rumah ini awalnya merupakan tempat tinggal seorang pegawai pemerintahan kolonial Belanda. Setelah Indonesia merdeka, rumah ini diubah fungsinya menjadi toko dan kemudian diubah lagi menjadi restoran.
Pada proses modifikasi, desain atap rumah diubah menjadi atap pelana, ditambahkan ventilasi udara pada dinding dan jendela, dan material bangunan diganti dengan beton dan kaca. Rumah ini kini menjadi salah satu ikon kota Bandung dan sering dijadikan objek wisata.
Terakhir

Memahami desain rumah Belanda tempo dulu tidak hanya tentang mengenali sejarahnya, tetapi juga tentang menghargai keindahan dan nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Arsitektur ini menawarkan inspirasi bagi kita untuk menciptakan hunian yang nyaman, estetis, dan penuh makna.
Tanya Jawab (Q&A): Desain Rumah Belanda Tempo Dulu
Bagaimana cara membedakan rumah Belanda tempo dulu dengan rumah tradisional Indonesia?
Rumah Belanda tempo dulu memiliki ciri khas seperti atap pelana, jendela kaca berpanel, dan penggunaan material batu bata, sedangkan rumah tradisional Indonesia umumnya menggunakan atap joglo atau limas, dinding bambu atau kayu, dan ornamen khas daerah.
Apakah rumah Belanda tempo dulu masih banyak ditemukan di Indonesia?
Ya, masih banyak rumah Belanda tempo dulu yang masih berdiri kokoh di berbagai kota di Indonesia, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Semarang.
Apa saja contoh modifikasi rumah Belanda tempo dulu yang populer?
Modifikasi rumah Belanda tempo dulu yang populer meliputi penambahan balkon, teras, dan taman, serta penggunaan material modern seperti kaca dan beton.

