Contoh pajak bumi dan bangunan – Pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana pajak bumi dan bangunan (PBB) dihitung dan apa saja manfaatnya bagi kita? PBB merupakan salah satu jenis pajak yang wajib dibayarkan oleh pemilik tanah dan bangunan di Indonesia. Pajak ini berperan penting dalam pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Artikel ini akan membahas contoh konkret tentang PBB, mulai dari pengertian, dasar perhitungan, hingga manfaatnya.
Bayangkan sebuah rumah sederhana di tengah kota. Rumah ini memiliki nilai jual objek pajak (NJOP) sebesar Rp. 500 juta. Berdasarkan NJOP ini, PBB yang harus dibayarkan pemiliknya bisa dihitung dengan rumus yang sudah ditetapkan. PBB ini kemudian akan digunakan untuk membangun fasilitas umum seperti jalan, sekolah, dan rumah sakit.
Melalui contoh ini, kita dapat memahami bagaimana PBB berkontribusi pada kehidupan kita sehari-hari.
Pengertian Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)

Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) merupakan salah satu jenis pajak daerah yang dipungut atas kepemilikan tanah dan/atau bangunan. PBB merupakan kewajiban bagi setiap pemilik tanah dan/atau bangunan di wilayah Indonesia, yang bertujuan untuk membiayai pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di daerah.
Pengertian PBB
PBB adalah pajak yang dikenakan atas kepemilikan tanah dan/atau bangunan yang berada di wilayah Indonesia. Pajak ini dibayarkan oleh pemilik tanah dan/atau bangunan kepada pemerintah daerah setempat. PBB merupakan salah satu sumber pendapatan daerah yang digunakan untuk membiayai pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di daerah tersebut.
Contoh Objek PBB
Berikut adalah beberapa contoh objek yang dikenakan PBB:
- Tanah kosong
- Rumah tinggal
- Gedung perkantoran
- Toko
- Pabrik
- Hotel
- Apartemen
Dasar Hukum PBB
Dasar hukum yang mengatur tentang PBB adalah sebagai berikut:
- Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah
- Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah
- Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2019 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan
Dasar Perhitungan PBB

Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) merupakan pajak yang dikenakan atas kepemilikan tanah dan bangunan. Perhitungan PBB didasarkan pada beberapa faktor, termasuk nilai jual objek pajak (NJOP) dan luas tanah dan bangunan.
Cara Perhitungan PBB
Perhitungan PBB melibatkan beberapa tahapan yang saling terkait. Berikut adalah langkah-langkahnya:
- Menentukan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP): NJOP adalah nilai jual tanah dan bangunan berdasarkan harga pasar pada saat penilaian. NJOP ini ditentukan oleh pemerintah daerah dan dapat berbeda di setiap wilayah.
- Menghitung Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) untuk PBB: NJOP untuk PBB adalah nilai NJOP yang dikalikan dengan persentase tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah daerah. Persentase ini bervariasi antar daerah, dan biasanya lebih rendah dari 100% dari NJOP.
- Menghitung Pajak Dasar: Pajak dasar dihitung dengan mengalikan NJOP untuk PBB dengan tarif pajak yang ditetapkan oleh pemerintah daerah. Tarif pajak ini juga bervariasi antar daerah, biasanya berkisar antara 0,5% hingga 1%.
- Menghitung Pajak PBB: Pajak PBB adalah hasil perkalian dari pajak dasar dengan luas tanah dan bangunan. Luas ini diukur dalam meter persegi.
Komponen Perhitungan PBB
Berikut adalah tabel yang menunjukkan komponen dasar perhitungan PBB dengan contoh nilai:
| Komponen | Contoh Nilai |
|---|---|
| Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) | Rp 1.000.000.000 |
| Persentase NJOP untuk PBB | 60% |
| Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) untuk PBB | Rp 600.000.000 (Rp 1.000.000.000 x 60%) |
| Tarif Pajak | 0,75% |
| Pajak Dasar | Rp 4.500.000 (Rp 600.000.000 x 0,75%) |
| Luas Tanah dan Bangunan | 100 m² |
| Pajak PBB | Rp 450.000 (Rp 4.500.000 x 100 m²) |
Perbedaan NJOP dan NJOP untuk PBB
NJOP adalah nilai jual tanah dan bangunan berdasarkan harga pasar pada saat penilaian, sedangkan NJOP untuk PBB adalah nilai NJOP yang dikalikan dengan persentase tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah daerah.
Perbedaan ini menunjukkan bahwa NJOP untuk PBB selalu lebih rendah dari NJOP. Hal ini bertujuan untuk meringankan beban pajak bagi wajib pajak dan mendorong kepemilikan tanah dan bangunan.
Jenis-jenis PBB

Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) merupakan pajak yang dikenakan atas kepemilikan tanah dan/atau bangunan. PBB terbagi menjadi beberapa jenis, yang disesuaikan dengan karakteristik objek pajak dan tujuan penggunaannya.
Contoh pajak bumi dan bangunan bisa dihitung berdasarkan nilai jual objek pajak, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk jenis dan kualitas material bangunan. Material yang digunakan untuk membangun rumah, misalnya, bisa bervariasi, mulai dari bahan dasar seperti kayu dan batu bata hingga material modern seperti baja dan kaca.
Informasi lebih lengkap tentang berbagai jenis material bangunan dan keunggulannya bisa kamu temukan di material bangunan. Penggunaan material yang berkualitas tentu akan memengaruhi nilai jual objek pajak, dan dengan demikian juga memengaruhi besaran pajak bumi dan bangunan yang harus dibayarkan.
PBB Perkotaan
PBB Perkotaan dikenakan atas tanah dan/atau bangunan yang terletak di wilayah perkotaan. Wilayah perkotaan sendiri memiliki karakteristik tertentu, seperti kepadatan penduduk yang tinggi, infrastruktur yang memadai, dan kegiatan ekonomi yang ramai.
- Contoh objek PBB Perkotaan: Rumah tinggal, pertokoan, gedung perkantoran, apartemen, hotel, dan bangunan lainnya yang terletak di wilayah perkotaan.
PBB Perdesaan
PBB Perdesaan dikenakan atas tanah dan/atau bangunan yang terletak di wilayah pedesaan. Wilayah pedesaan memiliki karakteristik yang berbeda dengan wilayah perkotaan, seperti kepadatan penduduk yang rendah, infrastruktur yang terbatas, dan kegiatan ekonomi yang didominasi oleh sektor pertanian.
- Contoh objek PBB Perdesaan: Sawah, ladang, kebun, rumah tinggal di pedesaan, dan bangunan lainnya yang terletak di wilayah pedesaan.
PBB Khusus
PBB Khusus dikenakan atas tanah dan/atau bangunan yang memiliki karakteristik khusus, seperti digunakan untuk kepentingan umum atau memiliki nilai ekonomis yang tinggi.
- Contoh objek PBB Khusus: Tanah dan/atau bangunan yang digunakan untuk fasilitas umum, seperti sekolah, rumah sakit, dan kantor pemerintahan. Selain itu, tanah dan/atau bangunan yang memiliki nilai ekonomis tinggi, seperti tanah di pusat kota, juga dikenakan PBB Khusus.
Perbedaan PBB Berdasarkan Jenisnya
Perbedaan PBB berdasarkan jenisnya terletak pada objek pajak, wilayah, dan tujuan penggunaannya. PBB Perkotaan dikenakan atas tanah dan/atau bangunan di wilayah perkotaan, PBB Perdesaan dikenakan atas tanah dan/atau bangunan di wilayah pedesaan, dan PBB Khusus dikenakan atas tanah dan/atau bangunan yang memiliki karakteristik khusus.
Contoh pajak bumi dan bangunan bisa dihitung berdasarkan nilai jual objek pajak (NJOP) dan luas bangunan. Misalnya, untuk rumah dengan NJOP Rp 500 juta dan luas bangunan 100 meter persegi, besaran pajaknya bisa mencapai jutaan rupiah per tahun. Nah, untuk mengetahui cara melunasi kewajiban pajak ini, kamu bisa cek informasi lengkapnya di cara bayar pajak bumi dan bangunan.
Setelah memahami alurnya, kamu bisa memilih metode pembayaran yang paling mudah dan sesuai dengan kebutuhanmu, seperti melalui bank, kantor pos, atau secara online. Dengan memahami cara pembayaran dan contoh perhitungan pajak, kamu bisa lebih siap dalam menjalankan kewajiban sebagai pemilik properti.
Kewajiban Wajib Pajak PBB

Sebagai pemilik atau pengguna tanah dan bangunan, Anda memiliki kewajiban untuk membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Kewajiban ini diatur dalam undang-undang dan peraturan yang berlaku, dan merupakan salah satu bentuk kontribusi Anda kepada negara untuk pembangunan infrastruktur dan layanan publik.
Kewajiban Wajib Pajak PBB
Kewajiban wajib pajak PBB meliputi beberapa hal, yaitu:
- Melaporkan data kepemilikan tanah dan bangunan kepada Kantor Pelayanan Pajak (KPP) setempat.
- Membayar PBB sesuai dengan nilai jual objek pajak (NJOP) dan tarif yang berlaku.
- Melakukan pembayaran PBB tepat waktu sesuai dengan jatuh tempo yang ditentukan.
- Memberikan informasi yang benar dan lengkap kepada KPP terkait dengan kepemilikan tanah dan bangunan.
Dokumen yang Diperlukan untuk Membayar PBB
Untuk membayar PBB, Anda perlu menyiapkan beberapa dokumen penting, yaitu:
- Surat Ketetapan Pajak (SKP) PBB. SKP PBB berisi informasi mengenai nilai jual objek pajak (NJOP), tarif PBB, dan jumlah pajak yang harus dibayarkan.
- Bukti kepemilikan tanah dan bangunan. Bukti ini bisa berupa sertifikat tanah, surat bukti kepemilikan, atau dokumen lain yang sah.
- Kartu identitas diri. Kartu identitas ini bisa berupa KTP, SIM, atau paspor.
Sanksi bagi Wajib Pajak yang Tidak Memenuhi Kewajibannya
Jika Anda tidak memenuhi kewajiban PBB, Anda akan dikenai sanksi berupa:
- Denda keterlambatan. Denda keterlambatan dihitung berdasarkan persentase tertentu dari jumlah PBB yang belum dibayarkan.
- Garansi. Garansi merupakan sanksi berupa penahanan atau penyitaan harta benda wajib pajak sebagai jaminan pembayaran PBB.
- Pembatalan hak atas tanah dan bangunan. Sanksi ini diberikan jika wajib pajak tidak membayar PBB dalam jangka waktu yang ditentukan.
Cara Membayar PBB: Contoh Pajak Bumi Dan Bangunan

Membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) merupakan kewajiban bagi setiap pemilik tanah dan bangunan di Indonesia. Pembayaran PBB dapat dilakukan melalui berbagai metode yang memudahkan para wajib pajak. Berikut ini beberapa cara yang dapat Anda gunakan untuk melunasi kewajiban PBB Anda.
Melalui Bank
Anda dapat membayar PBB melalui bank yang ditunjuk oleh pemerintah daerah setempat. Biasanya, bank-bank tersebut memiliki loket khusus untuk pembayaran PBB. Pastikan Anda membawa bukti pembayaran PBB yang sudah Anda terima dari kantor pajak.
- Cari bank yang ditunjuk oleh pemerintah daerah setempat untuk pembayaran PBB.
- Datangi loket pembayaran PBB di bank tersebut.
- Serahkan bukti pembayaran PBB kepada petugas bank.
- Bayar PBB sesuai dengan jumlah yang tertera pada bukti pembayaran.
- Minta tanda terima pembayaran dari petugas bank.
Melalui Kantor Pos
Selain bank, Anda juga dapat membayar PBB melalui kantor pos. Caranya cukup mudah, Anda hanya perlu membawa bukti pembayaran PBB dan membayarnya di loket kantor pos.
- Datangi kantor pos terdekat.
- Serahkan bukti pembayaran PBB kepada petugas kantor pos.
- Bayar PBB sesuai dengan jumlah yang tertera pada bukti pembayaran.
- Minta tanda terima pembayaran dari petugas kantor pos.
Secara Online
Untuk mempermudah pembayaran PBB, kini Anda juga dapat melakukannya secara online melalui berbagai platform. Beberapa platform yang dapat Anda gunakan, antara lain:
- Website resmi Direktorat Jenderal Pajak (DJP): Anda dapat mengakses website DJP untuk melakukan pembayaran PBB secara online. Anda perlu memiliki akun DJP untuk dapat mengakses fitur ini.
- Aplikasi mobile banking: Beberapa bank memiliki aplikasi mobile banking yang dapat digunakan untuk membayar PBB. Anda hanya perlu memilih menu pembayaran PBB dan mengikuti instruksi yang diberikan.
- Platform pembayaran digital: Beberapa platform pembayaran digital seperti GoPay, OVO, dan DANA juga dapat digunakan untuk membayar PBB. Anda hanya perlu memilih menu pembayaran PBB dan mengikuti instruksi yang diberikan.
Informasi yang Dibutuhkan, Contoh pajak bumi dan bangunan
Untuk melakukan pembayaran PBB, baik secara online maupun offline, Anda membutuhkan beberapa informasi penting. Berikut ini informasi yang perlu Anda siapkan:
- Nomor Objek Pajak (NOP): NOP merupakan kode unik yang diberikan kepada setiap objek pajak, seperti tanah atau bangunan.
- Nama Wajib Pajak: Nama Wajib Pajak sesuai dengan yang tertera pada bukti pembayaran PBB.
- Jumlah PBB yang harus dibayarkan: Jumlah PBB yang harus dibayarkan sesuai dengan yang tertera pada bukti pembayaran PBB.
Manfaat PBB

Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) merupakan salah satu sumber pendapatan utama bagi pemerintah daerah. PBB bukan sekadar kewajiban, tetapi juga investasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Contoh pajak bumi dan bangunan bisa dihitung berdasarkan nilai jual objek pajak, seperti rumah atau tanah. Nah, kalau kamu lagi mau membangun rumah, pasti butuh berbagai material bangunan, kan? Untuk itu, kamu bisa mengunjungi supermarket bangunan yang menyediakan berbagai macam kebutuhan bangunan.
Setelah membangun rumah, kamu juga perlu membayar pajak bumi dan bangunan untuk rumah tersebut, ya!
Manfaat PBB Bagi Masyarakat
Pembayaran PBB secara tepat waktu memberikan berbagai manfaat bagi masyarakat, seperti:
- Meningkatkan kualitas infrastruktur: PBB digunakan untuk membangun dan memelihara infrastruktur publik, seperti jalan, jembatan, saluran air bersih, dan fasilitas kesehatan. Infrastruktur yang memadai mendukung pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kualitas hidup, dan mempermudah akses terhadap layanan publik.
- Menciptakan lapangan kerja: Pembangunan infrastruktur yang didanai dari PBB membuka lapangan kerja baru, baik dalam proses pembangunan maupun dalam sektor-sektor yang terdampak positif dari infrastruktur tersebut. Hal ini mendorong pertumbuhan ekonomi dan mengurangi angka pengangguran.
- Meningkatkan keamanan dan ketertiban: PBB digunakan untuk membiayai program-program keamanan dan ketertiban, seperti patroli keamanan, pengadaan peralatan keamanan, dan pelatihan petugas keamanan. Hal ini menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi masyarakat.
- Meningkatkan akses terhadap layanan publik: PBB digunakan untuk membiayai layanan publik, seperti pendidikan, kesehatan, dan sosial. Peningkatan kualitas layanan publik ini meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memberikan kesempatan yang lebih baik bagi mereka.
Manfaat PBB Bagi Pemerintah
PBB juga memberikan manfaat bagi pemerintah, antara lain:
- Sumber pendapatan utama: PBB merupakan salah satu sumber pendapatan utama bagi pemerintah daerah. Pendapatan ini digunakan untuk membiayai berbagai program dan kegiatan pembangunan, seperti pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan sosial.
- Menunjang stabilitas ekonomi: PBB yang terkelola dengan baik dapat menunjang stabilitas ekonomi daerah. Pendapatan dari PBB dapat digunakan untuk membangun ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
- Memperkuat tata kelola pemerintahan: PBB yang dikelola dengan transparan dan akuntabel dapat memperkuat tata kelola pemerintahan. Hal ini meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan.
Contoh Konkret Penggunaan PBB untuk Pembangunan
Berikut adalah contoh konkret bagaimana PBB digunakan untuk pembangunan:
- Pembangunan jalan tol: PBB digunakan untuk membiayai pembangunan jalan tol yang menghubungkan kota-kota besar di Indonesia. Jalan tol ini mempermudah akses transportasi, mengurangi waktu tempuh, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut.
- Pembangunan rumah sakit: PBB digunakan untuk membangun rumah sakit di daerah terpencil yang kurang akses terhadap layanan kesehatan. Rumah sakit ini memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat di daerah tersebut.
- Pembangunan sekolah: PBB digunakan untuk membangun sekolah di daerah terpencil yang kurang akses terhadap pendidikan. Sekolah ini memberikan kesempatan bagi anak-anak di daerah tersebut untuk mendapatkan pendidikan yang layak.
Dampak Positif Pembayaran PBB Tepat Waktu
Pembayaran PBB tepat waktu memberikan dampak positif, seperti:
- Mendukung kelancaran program pembangunan: Pembayaran PBB tepat waktu memastikan ketersediaan dana bagi pemerintah daerah untuk membiayai program pembangunan. Hal ini memungkinkan program pembangunan berjalan lancar dan tepat waktu.
- Mencegah denda dan sanksi: Pembayaran PBB tepat waktu menghindari denda dan sanksi yang dikenakan kepada wajib pajak yang terlambat membayar. Hal ini menghemat biaya bagi wajib pajak dan meningkatkan kepatuhan terhadap kewajiban perpajakan.
- Meningkatkan kepercayaan masyarakat: Pembayaran PBB tepat waktu menunjukkan kepedulian dan tanggung jawab masyarakat terhadap pembangunan daerah. Hal ini meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan.
Ringkasan Terakhir

Memahami PBB dan kewajiban kita sebagai pemilik tanah dan bangunan merupakan langkah penting dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Dengan membayar PBB tepat waktu, kita berkontribusi langsung dalam membangun Indonesia yang lebih baik. Mari kita tingkatkan kesadaran dan kepedulian kita terhadap PBB, karena setiap rupiah yang kita bayarkan memiliki makna dan manfaat yang besar.
Panduan Pertanyaan dan Jawaban
Bagaimana cara mengetahui NJOP tanah dan bangunan saya?
Anda dapat menghubungi kantor pajak setempat atau mengakses website resmi Direktorat Jenderal Pajak untuk mengetahui NJOP tanah dan bangunan Anda.
Apakah ada keringanan PBB untuk pemilik tanah dan bangunan yang kurang mampu?
Ya, pemerintah memberikan keringanan PBB bagi pemilik tanah dan bangunan yang kurang mampu. Anda dapat mengajukan permohonan keringanan PBB ke kantor pajak setempat.

