Bangunan bersejarah di surabaya – Surabaya, kota pahlawan yang kaya akan sejarah, menyimpan berbagai bangunan bersejarah yang menyapa kita dengan bisikan masa lalu. Bangunan-bangunan ini tak hanya sekadar struktur tua, tetapi juga cerminan perjalanan panjang kota ini, dari masa penjajahan hingga kemerdekaan. Di balik arsitektur megah dan detailnya, terukir kisah perjuangan, budaya, dan kehidupan masyarakat Surabaya di masa lampau.
Menapaki lorong waktu, kita dapat menjelajahi bangunan-bangunan bersejarah di Surabaya, seperti Gedung Mercusuar, yang menjulang tinggi menyapa para pelaut, atau Jembatan Merah, saksi bisu perjuangan para pejuang kemerdekaan. Setiap sudut bangunan menyimpan cerita yang menarik untuk diungkap, mengajak kita merenung tentang masa lalu dan memaknai perjalanan panjang Surabaya.
Sejarah Bangunan Bersejarah di Surabaya

Surabaya, kota pahlawan yang kaya akan sejarah, memiliki sejumlah bangunan bersejarah yang menjadi saksi bisu perjalanan panjang kota ini. Bangunan-bangunan ini tidak hanya menyimpan nilai arsitektur yang tinggi, tetapi juga merekam jejak peradaban dan perjuangan masyarakat Surabaya dalam menghadapi berbagai pasang surut zaman.
Surabaya punya segudang bangunan bersejarah yang menawan, mulai dari gedung tua dengan arsitektur kolonial hingga bangunan modern yang mencerminkan semangat masa kini. Berbicara tentang bangunan, kita tak bisa lepas dari berbagai aspek, seperti konstruksi dan desain yang menjadikan sebuah bangunan kokoh dan estetis.
Untuk memahami lebih dalam tentang konstruksi dan desain bangunan gedung yang megah, kita bisa mempelajari berbagai macam gaya arsitektur dan material yang digunakan. Dari bangunan bersejarah di Surabaya, kita bisa belajar bagaimana masa lampau dan masa kini saling terhubung dalam sebuah wujud fisik yang menawan.
Sejarah Pembangunan Bangunan Bersejarah di Surabaya
Pembangunan bangunan bersejarah di Surabaya erat kaitannya dengan perkembangan kota ini sebagai pusat perdagangan dan pemerintahan. Pada masa kolonial Belanda, Surabaya menjadi pusat perdagangan penting di Jawa Timur, sehingga banyak dibangun gedung-gedung megah untuk menunjang aktivitas perdagangan dan pemerintahan. Bangunan-bangunan ini umumnya dibangun dengan arsitektur kolonial yang khas, memadukan unsur-unsur Eropa dengan sentuhan lokal.
Surabaya menyimpan banyak bangunan bersejarah yang menjadi saksi bisu perjalanan kota ini. Gedung-gedung tua nan megah, dengan arsitektur yang khas, menyapa kita dengan cerita masa lampau. Tak hanya nilai sejarahnya, bangunan-bangunan ini juga memiliki nilai ekonomis yang tak kalah penting.
Sebagai pemilik bangunan bersejarah, tentu kita perlu memahami kewajiban kita terkait pajak tanah dan bangunan. Dengan memahami peraturan dan kewajiban ini, kita dapat menjaga kelestarian bangunan bersejarah, sekaligus mendukung pembangunan kota Surabaya yang berkelanjutan.
Selain itu, Surabaya juga menjadi pusat militer Belanda, sehingga banyak dibangun benteng dan bangunan militer yang kokoh untuk melindungi kota dari serangan musuh.
Peran Penting Bangunan Bersejarah dalam Konteks Sejarah Surabaya
Bangunan bersejarah di Surabaya memiliki peran penting dalam konteks sejarah kota ini. Bangunan-bangunan ini menjadi saksi bisu perjuangan rakyat Surabaya dalam melawan penjajah, baik dalam mempertahankan kemerdekaan maupun dalam menghadapi berbagai tantangan lainnya. Selain itu, bangunan bersejarah juga berperan sebagai pusat aktivitas sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat Surabaya.
Beberapa bangunan bersejarah menjadi pusat pendidikan, rumah sakit, tempat ibadah, dan tempat berkumpulnya masyarakat.
Contoh Bangunan Bersejarah di Surabaya
Surabaya memiliki berbagai bangunan bersejarah yang menarik untuk dikunjungi, di antaranya:
- Gedung Grahadi (1800-an): Gedung ini dulunya merupakan kediaman resmi Gubernur Jenderal Hindia Belanda. Saat ini, Gedung Grahadi menjadi kediaman resmi Gubernur Jawa Timur.
- Gedung Bank Indonesia (1929): Bangunan ini merupakan salah satu contoh arsitektur kolonial yang khas di Surabaya. Gedung Bank Indonesia dulunya adalah kantor cabang Nederlandsche Handel-Maatschappij (NHM), sebuah perusahaan dagang Belanda.
- Jembatan Merah (1919): Jembatan ini merupakan ikon kota Surabaya. Jembatan Merah merupakan jembatan gantung pertama di Indonesia. Nama jembatan ini diambil dari warna cat jembatan yang merah.
Tabel Bangunan Bersejarah di Surabaya
| Nama Bangunan | Tahun Pembangunan | Fungsi pada Masa Lalu |
|---|---|---|
| Gedung Grahadi | 1800-an | Kediaman resmi Gubernur Jenderal Hindia Belanda |
| Gedung Bank Indonesia | 1929 | Kantor cabang Nederlandsche Handel-Maatschappij (NHM) |
| Jembatan Merah | 1919 | Jembatan gantung pertama di Indonesia |
Arsitektur Bangunan Bersejarah di Surabaya

Surabaya, kota pahlawan yang kaya akan sejarah, menyimpan jejak masa lalu dalam bentuk bangunan bersejarah. Bangunan-bangunan ini tidak hanya menjadi saksi bisu perjalanan waktu, tetapi juga cerminan perpaduan budaya dan pengaruh arsitektur dari berbagai penjuru dunia. Arsitektur bangunan bersejarah di Surabaya memiliki ciri khas yang unik, hasil dari akulturasi budaya dan perkembangan zaman.
Ciri Khas Arsitektur Bangunan Bersejarah di Surabaya
Bangunan bersejarah di Surabaya umumnya memiliki ciri khas arsitektur yang dipengaruhi oleh berbagai budaya, mulai dari budaya lokal hingga pengaruh arsitektur asing. Beberapa ciri khas yang menonjol meliputi:
- Penggunaan material lokal:Bata merah, kayu jati, dan batu bata merupakan material yang sering digunakan dalam pembangunan bangunan bersejarah di Surabaya. Penggunaan material lokal ini mencerminkan kearifan lokal dan estetika arsitektur tradisional.
- Ornamen khas Jawa:Bangunan bersejarah di Surabaya seringkali dihiasi dengan ornamen khas Jawa seperti ukiran kayu, relief, dan motif batik. Ornamen ini memberikan sentuhan artistik dan budaya lokal pada bangunan.
- Pengaruh arsitektur Eropa:Pengaruh arsitektur Eropa terlihat jelas pada beberapa bangunan bersejarah di Surabaya, seperti bangunan kolonial Belanda dengan ciri khas arsitektur klasik, Renaissance, dan Art Deco.
- Pengaruh arsitektur Tionghoa:Arsitektur Tionghoa juga meninggalkan jejaknya di Surabaya, terlihat pada bangunan klenteng dengan ciri khas atap melengkung, pintu gerbang, dan ukiran naga.
Pengaruh Budaya dan Gaya Arsitektur Asing
Surabaya, sebagai kota pelabuhan, telah menjadi titik pertemuan berbagai budaya dan gaya arsitektur dari berbagai negara. Pengaruh budaya dan gaya arsitektur asing ini telah membentuk wajah arsitektur bangunan bersejarah di Surabaya. Berikut beberapa contoh pengaruh budaya dan gaya arsitektur asing:
- Pengaruh Belanda:Arsitektur Belanda sangat dominan dalam membentuk wajah kota Surabaya pada masa kolonial. Bangunan-bangunan seperti Gedung Grahadi, Gedung Bank Indonesia, dan Kantor Pos Besar Surabaya merupakan contoh bangunan dengan ciri khas arsitektur Belanda.
- Pengaruh Tionghoa:Pengaruh arsitektur Tionghoa terlihat jelas pada bangunan klenteng dan rumah-rumah toko (Ruko) di kawasan Pecinan. Bangunan-bangunan ini memiliki ciri khas atap melengkung, pintu gerbang, dan ukiran naga.
- Pengaruh Arab:Pengaruh arsitektur Arab terlihat pada beberapa bangunan masjid di Surabaya. Masjid-masjid ini memiliki ciri khas kubah, menara, dan dekorasi kaligrafi Arab.
Contoh Bangunan Bersejarah di Surabaya
Surabaya memiliki banyak bangunan bersejarah dengan ciri khas arsitektur yang unik. Berikut beberapa contoh bangunan bersejarah di Surabaya:
- Gedung Grahadi:Bangunan ini merupakan contoh arsitektur kolonial Belanda dengan ciri khas arsitektur klasik. Gedung Grahadi memiliki fasad simetris, pilar-pilar yang kokoh, dan atap yang tinggi.
- Klenteng Sanggar Agung:Klenteng ini merupakan contoh bangunan dengan ciri khas arsitektur Tionghoa. Klenteng Sanggar Agung memiliki atap melengkung, pintu gerbang, dan ukiran naga.
- Masjid Ampel:Masjid ini merupakan contoh bangunan dengan ciri khas arsitektur Arab. Masjid Ampel memiliki kubah, menara, dan dekorasi kaligrafi Arab.
Tabel Bangunan Bersejarah di Surabaya
| Nama Bangunan | Gaya Arsitektur | Ciri Khas Arsitektur |
|---|---|---|
| Gedung Grahadi | Klasik Belanda | Fasad simetris, pilar-pilar kokoh, atap tinggi |
| Klenteng Sanggar Agung | Tionghoa | Atap melengkung, pintu gerbang, ukiran naga |
| Masjid Ampel | Arab | Kubah, menara, dekorasi kaligrafi Arab |
Keunikan dan Daya Tarik Bangunan Bersejarah di Surabaya

Surabaya, kota pahlawan yang penuh sejarah, menyimpan beragam bangunan bersejarah yang tak hanya menawan dengan arsitekturnya, tetapi juga menyimpan cerita dan nilai budaya yang tinggi. Bangunan-bangunan ini merupakan saksi bisu perjalanan panjang Surabaya, dari masa kolonial hingga era kemerdekaan. Setiap bangunan memiliki keunikan dan daya tarik tersendiri yang memikat wisatawan dan peneliti sejarah.
Keunikan dan Daya Tarik Bangunan Bersejarah di Surabaya
Keunikan dan daya tarik bangunan bersejarah di Surabaya terletak pada perpaduan arsitektur, nilai sejarah, dan nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Bangunan-bangunan ini mencerminkan pengaruh berbagai budaya, seperti Jawa, Tionghoa, dan Eropa, yang telah mewarnai perjalanan Surabaya. Selain itu, bangunan-bangunan ini juga menjadi bukti nyata perjuangan rakyat Surabaya dalam merebut kemerdekaan.
Contoh Bangunan Bersejarah di Surabaya
Berikut adalah beberapa contoh bangunan bersejarah di Surabaya yang memiliki keunikan dan daya tarik tersendiri:
- Gedung Grahadi: Gedung ini merupakan rumah dinas Gubernur Jawa Timur yang dibangun pada tahun 1918. Gedung Grahadi memiliki arsitektur bergaya Eropa klasik dengan perpaduan unsur Jawa. Keunikannya terletak pada desain bangunan yang megah dan monumental, dengan taman yang luas dan asri.
Daya tariknya terletak pada nilai sejarahnya sebagai pusat pemerintahan Jawa Timur dan keindahan arsitekturnya yang memukau.
- Gedung Bank Indonesia: Gedung ini dibangun pada tahun 1929 dan memiliki arsitektur bergaya Art Deco. Keunikannya terletak pada desain bangunan yang modern dan futuristik untuk masanya. Daya tariknya terletak pada nilai sejarahnya sebagai pusat perbankan di Surabaya dan keindahan arsitekturnya yang khas.
- Jembatan Merah: Jembatan ini dibangun pada tahun 1919 dan merupakan salah satu ikon kota Surabaya. Keunikannya terletak pada desain jembatan yang unik dengan warna merah yang mencolok. Daya tariknya terletak pada nilai sejarahnya sebagai penghubung antara pusat kota Surabaya dengan daerah sekitarnya dan keindahan pemandangannya yang memukau.
Tabel Keunikan dan Daya Tarik Bangunan Bersejarah di Surabaya
| Nama Bangunan | Keunikan | Daya Tarik |
|---|---|---|
| Gedung Grahadi | Arsitektur bergaya Eropa klasik dengan perpaduan unsur Jawa | Nilai sejarah sebagai pusat pemerintahan Jawa Timur, keindahan arsitekturnya yang memukau |
| Gedung Bank Indonesia | Arsitektur bergaya Art Deco | Nilai sejarah sebagai pusat perbankan di Surabaya, keindahan arsitekturnya yang khas |
| Jembatan Merah | Desain jembatan yang unik dengan warna merah yang mencolok | Nilai sejarah sebagai penghubung antara pusat kota Surabaya dengan daerah sekitarnya, keindahan pemandangannya yang memukau |
Peranan Bangunan Bersejarah di Surabaya dalam Kehidupan Masyarakat

Bangunan bersejarah di Surabaya tidak hanya menjadi saksi bisu perjalanan kota ini, tetapi juga memainkan peran penting dalam kehidupan masyarakat. Bangunan-bangunan ini menyimpan nilai budaya, arsitektur, dan sejarah yang kaya, dan terus mempengaruhi kehidupan warga Surabaya hingga saat ini.
Peran Bangunan Bersejarah dalam Kehidupan Masyarakat
Peran bangunan bersejarah di Surabaya dalam kehidupan masyarakat sangat beragam, mulai dari fungsi sosial, ekonomi, hingga pendidikan. Berikut adalah beberapa contoh peran bangunan bersejarah:
- Sebagai pusat kegiatan sosial dan budaya, seperti Masjid Agung Surabaya yang menjadi tempat ibadah dan pusat kegiatan keagamaan bagi umat Islam di Surabaya.
- Sebagai tempat wisata sejarah dan budaya, seperti Gedung Tjap Goan yang menjadi daya tarik wisata dan pusat informasi tentang sejarah perdagangan di Surabaya.
- Sebagai simbol identitas dan kebanggaan kota, seperti Jembatan Merah yang menjadi landmark kota Surabaya dan simbol perjuangan rakyat Surabaya.
- Sebagai ruang publik untuk berkumpul dan bersosialisasi, seperti Alun-alun Surabaya yang menjadi tempat berkumpul bagi warga Surabaya untuk berbagai kegiatan, seperti olahraga, rekreasi, dan pertunjukan.
- Sebagai tempat belajar dan penelitian sejarah, seperti Museum Surabaya yang menyimpan koleksi artefak dan dokumen sejarah yang dapat digunakan untuk mempelajari sejarah Surabaya.
Contoh Bangunan Bersejarah dan Peranannya
Berikut adalah beberapa contoh bangunan bersejarah di Surabaya dan peranannya dalam kehidupan masyarakat:
| Nama Bangunan | Peranan dalam Kehidupan Masyarakat | Dampak bagi Masyarakat |
|---|---|---|
| Masjid Agung Surabaya | Pusat kegiatan keagamaan bagi umat Islam di Surabaya, tempat ibadah, dan pusat pendidikan agama | Meningkatkan keimanan dan ketakwaan umat Islam, mempererat tali silaturahmi antar warga, dan mendorong kemajuan pendidikan agama di Surabaya. |
| Gedung Tjap Goan | Daya tarik wisata dan pusat informasi tentang sejarah perdagangan di Surabaya | Meningkatkan pendapatan daerah dari sektor pariwisata, meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang sejarah perdagangan di Surabaya, dan melestarikan budaya dan warisan sejarah. |
| Jembatan Merah | Landmark kota Surabaya dan simbol perjuangan rakyat Surabaya | Meningkatkan citra kota Surabaya, memperkuat rasa nasionalisme dan patriotisme warga Surabaya, dan menjadi daya tarik wisata sejarah. |
| Alun-alun Surabaya | Tempat berkumpul bagi warga Surabaya untuk berbagai kegiatan, seperti olahraga, rekreasi, dan pertunjukan | Meningkatkan kualitas hidup warga Surabaya, mempererat tali silaturahmi antar warga, dan mendorong kemajuan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. |
| Museum Surabaya | Tempat belajar dan penelitian sejarah, menyimpan koleksi artefak dan dokumen sejarah | Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang sejarah Surabaya, melestarikan budaya dan warisan sejarah, dan mendorong pengembangan ilmu pengetahuan dan sejarah. |
Upaya Pelestarian Bangunan Bersejarah di Surabaya

Surabaya, sebagai kota metropolitan yang kaya akan sejarah, memiliki banyak bangunan bersejarah yang menjadi saksi bisu perjalanan waktu. Keberadaan bangunan-bangunan ini tidak hanya penting dari sisi arsitektur, tetapi juga sebagai bukti budaya dan peradaban yang telah terukir dalam perjalanan sejarah kota Surabaya.
Untuk menjaga kelestarian bangunan-bangunan bersejarah ini, berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah, komunitas, dan masyarakat luas.
Upaya Pelestarian Bangunan Bersejarah di Surabaya
Upaya pelestarian bangunan bersejarah di Surabaya dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari upaya konservasi, revitalisasi, hingga edukasi. Pemerintah kota Surabaya memiliki peran penting dalam menetapkan status bangunan bersejarah dan mengeluarkan peraturan untuk melindungi bangunan-bangunan tersebut. Selain itu, komunitas dan masyarakat juga aktif terlibat dalam upaya pelestarian, baik melalui kegiatan sukarela maupun program-program edukasi.
Contoh Upaya Pelestarian Bangunan Bersejarah di Surabaya
Salah satu contoh upaya pelestarian bangunan bersejarah di Surabaya adalah revitalisasi Gedung Museum Surabaya. Gedung ini dulunya merupakan kantor pemerintahan Hindia Belanda, dan kini telah direnovasi dan diubah menjadi museum yang memamerkan sejarah kota Surabaya. Revitalisasi ini dilakukan dengan cermat, dengan tetap mempertahankan arsitektur asli bangunan.
Hasilnya, Gedung Museum Surabaya kini menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang populer di Surabaya.
Surabaya menyimpan banyak bangunan bersejarah yang menarik, seperti Gedung Tugu dan Jembatan Merah. Menjaga kelestarian bangunan-bangunan ini penting, termasuk aspek administrasi, seperti pajak. Nah, untuk mengetahui kewajiban pajak atas bangunan, kamu bisa cek SPPT Pajak Bumi dan Bangunan. Dengan SPPT, kamu bisa mengetahui besaran pajak yang harus dibayarkan dan memastikan bangunan bersejarah di Surabaya tetap terawat dengan baik.
Tabel Upaya Pelestarian Bangunan Bersejarah di Surabaya
| Nama Bangunan | Upaya Pelestarian | Hasil yang Dicapai |
|---|---|---|
| Gedung Museum Surabaya | Revitalisasi dan konservasi | Terjaga keaslian arsitektur dan menjadi destinasi wisata sejarah |
| Kelenteng Sanggar Agung | Renovasi dan pemeliharaan rutin | Terjaga kelestarian bangunan dan menjadi pusat kegiatan keagamaan |
| Jembatan Merah | Konservasi dan revitalisasi | Terjaga keaslian arsitektur dan menjadi ikon kota Surabaya |
Penutupan

Melalui bangunan bersejarahnya, Surabaya tidak hanya menyapa kita dengan keindahan arsitektur, tetapi juga mengajak kita untuk merenung dan belajar dari masa lalu. Memahami sejarah dan budaya yang terkandung di dalamnya, menjadikan kita lebih menghargai nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para leluhur.
Dengan menjaga dan melestarikan bangunan bersejarah ini, kita ikut menjaga identitas dan jati diri Surabaya sebagai kota yang penuh dengan sejarah dan budaya.
Panduan Pertanyaan dan Jawaban
Apakah bangunan bersejarah di Surabaya hanya berfokus pada masa penjajahan?
Tidak, bangunan bersejarah di Surabaya mencakup berbagai periode, mulai dari masa kolonial, era kemerdekaan, hingga masa modern. Setiap periode memiliki ciri khas arsitektur dan sejarahnya masing-masing.
Apakah semua bangunan bersejarah di Surabaya dapat dikunjungi oleh publik?
Tidak semua bangunan bersejarah di Surabaya dapat diakses publik. Beberapa bangunan mungkin masih digunakan untuk keperluan tertentu, seperti kantor pemerintahan atau tempat ibadah. Namun, banyak juga bangunan bersejarah yang telah diubah menjadi museum, galeri seni, atau tempat wisata yang dapat dikunjungi.

